Connect with us

Editorial / Opini

Batam Dapat 5 Kawasan KEK, Natuna Kapan?

Diterbitkan

Pada

keindahan Natuna

GDN Online Natuna – Selama kunker ke Batam Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, tak hanya menyinggung soal lego jangkar dan pelabuhan, kehadiran Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan ke Batam, juga menyinggung soal rencana pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam.

“Persiapan KEK, ada lima yang disiapkan di Batam. Lima kawasan ini akan segera ditetapkan oleh Presiden,” kata Luhut di Dermaga Pelabuhan Batuampar, Kamis (15/3/2018).

Jika Batam akan mendapat 5 kawasan KEK, bagimana dengan nasib Natuna yang sudah berkali-kali diwacanakan akan mendapat status kawasan Ekonomi Khusus di bidang maritim?  sebuah status kawasan khusus pariwisata, Kelautan dan Perikanan.

Awal tahun 2017 lalu saat Menpar ke Tanjungpinang, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengusulkan KEK untuk Natuna, Kadis Pariwisata Pemprov Kepri Buralimar saat itu menjelaskan bahwa kedatangan menteri Pariwisata RI  ke Tanjungpinang yang difasilitasi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun adalah untuk menjaga konsentrasi dan komitmen pemerintah kabupaten dan kota Provinsi Kepri, sebagai langkah memandang pentingnya peningkatan sektor pariwisata, Indonesia khususnya di Kepri.  (3 April 2017)

”Kedatangannya itu pun, sekaligus membahas percepatan pembangunan dan langkah konkrit Anambas dan Natuna yang diperhitungkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata,” beber Buralimar.

Saat mengunjungi Kabupaten Kepulauan Anambas Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyebutkan pihaknya akan terus menjual potensi besar Kabupaten Anambas dan Natuna baik pariwisata maupun perikanan. Karenanya, pembangunan infrstruktur sangat penting, baik jalan, bandara maupun pelabuhan.

”Kita akan usulkan juga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata untuk Natuna dan Anambas,” kata Gubernur Nurdin di atas kapal MV Seven Star usai melakukan peninjaun ke Letung, Jemaja, Anambas, Selasa (14/3/2017).

Untuk pembangunan infrastruktur, Pemprov akan terus berkoordinasi dan melakukan sinkronisasi dengan Pemkab dan pemerintah pusat. Menurut Nurdin, pihaknya bersyukur karena semangat pemerintahan sekarang membangun dari pinggiran menyentuh sejumlah daerah di Kepri, termasuk Natuna dan Anambas.

Presiden Jokowi meresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, di Pantai Kuta, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (20/10/2017), peresmian ini memunculkan reaksi dan rasa iri masyarakat di Kepulauan Riau, Kususnya Kabupaten Natuna.

”Sebagai wilayah kepulauan, yang memiliki banyak aset wisata pantai yang eksotik,  Natuna dan Kepri pada umumnya justru terkesan tak terpikirkan. Padahal, baik pemerintah provinsi Kepri maupun pemerintah kabupaten Natuna sendiri berulang kali mengajukan usulan, agar KEK Pariwisata di Kepri, yakni Natuna, Anambas dan Lingga, segera direlaisasi,” ujar seorang Hermawan penggiat usaha pawisata di Natuna, Jumat (20/10/2017).

Ia mengatakan payung hukum berupa KEK Pariwisata, atau lebih tepatnya KEK Maritim di Natuna akan mendorong pertumbuhan investasi di sektor ini, dalam waktu cepat. Sebab, investor sangat membutuhkan kepastian payung hukum dan berbagai fasilitas kemudahan, seperti perizinan dan lainnya.

”Karena itu, sudah seharusnya pemerintah pusat tidak membuat kebijakan sepotong-sepotong untuk program ini. Karena pada dasarnya, penetapan wilayah kawasan yang memiliki program yang sama, bisa dilakukan bersamaan. ini penting agar tidak timbul kecemburuan,” ujar Hermawan.

salah satu sudut keindahan Natuna

Pulau Senua, salah satu pulau eksotik di Natuna yang sering dikunjungi kapal pesiar wisatawan mancanegara
Kunjungan dan rakor yang juga dihadiri bupati dan utusan bupati tersebut seakan menjadi lampu hijau, yang memberi isyarat tak lama lagi KEK Pariwisata untuk Kepulauan Riau akan terwujud.

Bahkan Menpar pun berjanji akan ikut aktif mendukung mendorong promosi wisata Natuna dan Anambas dan daerah lain di Kepri ke tingkat lebih tinggi, nasional maupun internasional.

“Keindahan alam di Natuna dan Anambas itu tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia, bahkan dunia. Pariwisata di daerah ini akan dikenal luas bila dipromosikan secara berkelanjutan, apalagi pemerintah pusat turut serta,” katanya saat itu.

Ucapan Menpar tentu saja sangat menyejukkan, apalagi bagi pemerintah kabuipaten Natuna. Sebab, menurut Bupati Natuna, Drs. HA Hamid Rizal, dalam berbagai kesempatan mengutarakan bahwa keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK) di sejumlah destinasi prioritas pariwisata diyakini mampu memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan pariwisata di daerah dan nasional.

Hamid Rizal juga mengungkapkan banyak investor yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi di beberapa kawasan rencana KEK yang sudah ada di Natuna.

“Sudah ada investor yang menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Pulau Natuna, terutama untuk membangun akomodasi berupa hotel dan restoran. Bahkan Nantuna sudah tak lagi terkendala oleh faslitas bandara, karena sekarang sudah mampu didarati oleh pesawat berukuran besar,” ujar Bupati Natuna dalam satu kesempatan, belum lama ini.

Hamid juga menjelaskan bahwa rencana KEK Pariwisata Natuna juga menawarkan sejumlah kemudahan bagi investor mulai dari insentif fiskal, jaminan investasi, kepastian hukum, pelayanan satu atap, hingga pembangunan infrastruktur.

Karena itu Natuna juga butuh Perpres yang diperbaharui seperti daerah-daerah KAPET, yang kini berubah menjadi KEK Pariwisata.

DPRD Mendukung

Dalam catatan Gardanusantaraonline.com, saat ini sedikitnya ada 10 destinasi wisata yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun ada empat destinasi yang menjadi prioritas KEK, yakni Mandalika, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang. Semantara enam lainnya, termasuk Natuna masih dalam usulan yang belum diamini.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak menegaskan, DPRD akan mendorong percepatan Kabupaten Natuna dan Anambas sebagai KEK Pariwisata. Selain diyakini dapat meningkatkan kesejahateraan masyarakat, penetapan status tersebut juga untuk melindungi lingkungan dan ekosistem bawah laut.

“Kami tidak mau keindahan alam di Natuna dan Anambas rusak dan tercemar dengan adanya investor di bidang industri dan pengembangan. Kami akan mendukung penuh KEK Pariwisata di sana,” katanya di Tanjungpinang.

Menurut Jumaga, pengembangan sektor pariwisata akan membuat pembangunan perekonomian Natuna dan Anambas setara bahkan di atas daerah lain di Kepri.

“Saya melihat daerah tujuan wisata seperti Bali, Lombok, Manado, Raja Ampat dan bahkan di Bintan, perekonomian masyarakatnya jauh lebih baik, dibanding daerah lain yang banyak masuk investor bidang industri dan usaha lainnya,” kata dia.

Jumaga meminta Pemprov Kepri, Pemerintah Kabupaten Natuna dan Anambas terus bersinergi agar pembentukan KEK Pariwisata di dua daerah itu cepat disetujui pemerintah pusat. Ia pun menyarankan pemerintah setempat agar selektif menerima investor yang masuk ke daerahnya.

“Apa yag dikatakan Pak Gubernur yang akan memilih investor untuk Natuna dan Anambas sudah tepat, dan sangat baik,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyatakan bakal mengajukan KEK Pariwisata untuk Natuna dan Anambas ke pusat. Ia juga menolak bila ada investor yang akan menanamkan modalnya di dua daerah itu untuk bidang indutri, apalagi galangan kapal, offshore dan lainnya, karena dapat merusak keidahan alam . (red)

 

Continue Reading
Advertisement
Klik Untuk Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas