Connect with us

Advertorial

Ini Jadwal Kapal PT Pelni Yang Melayani Rute Pemudik Natuna, Pemkab Natuna Siapkan Langkah Antisipasi

Diterbitkan

Pada

Jadwal resmi kapal PT Pelni ke Natuna

GDN Online, Natuna- Pemkab Natuna dalam rangka mengantisipasi arus mudik dengan moda transportasi laut pasca insiden kandasnya Kapal PT Pelni KM Bukit Raya tengah mengambil langkah-langkah antisipasi lonjakan penumpang antar pulau. Sejumlah armada kapal antar pulau Fisabililah milik Pemkab Natuna di setiap kecamatan disiagakan. Bupati Natuna juga sudah meminta kepada menteri perhubungan untuk menambah armada moda transportasi laut.

” Kita sudah kirimkan surat Bupati no 552/Dishub/0018/127 tertanggal 21 Mei 2018 yang ditujukan kepada Direktur Jendral Perhubungan laut Kementerian Perhubungan RI cq Direktur lalau lintas angkutan laut, surat ini ditembuskan ke Gubernur Kepri, Kadis Perhubungan Pemprov Kepri, Direktur operasional PT Pelni di Jakarta, Kacab Pelni Tanjungpinang. Intinya surat Bupati Natuna tersebut memohon kepada jajaran terkait untuk bisa membantu mengantisipasi arus mudik/balik idul fitri 1439 H di wilayah kabupaten Natuna, pemkab Natuna berharap disediakan kapal pengganti untuk melaksanakan pelayaran di perairan Natuna sesuai dengan jadwal yang sudah diterbitkan oleh PT Pelni persero, pasca insiden kandasnya KM Bukit Raya di perairan Sedanau ( Karang Neneh/lat 03.42.067N ; long 107.56.751 E) Jumat 18 Mei lalu.” Jelas Kadishub  dan Postel Natuna Iskandar DJ menjawab Gardanusantaraonline.

Sebagai langah antisipasi moda transportasi antar laut Iskandar DJ juga sudah mengintruksikan ke sejumlah Camat untuk menyiapkan armada kapal bantuan Fisabillilah dan kapal bantuan lainnya untuk bisa dioperasikan dalam rangka mendukung lancarnya arus mudik maupun arus balik antar pulau dalam wilayah Kabupaten Natuna.

“Selain menyiapkan moda transportasi laut, pemkab Natuna juga sedang membangun komunikasi dengan pihak TNI AL untuk mencoba meminta bantuan KRI jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kondisi mendesak,” jelas Iskandar DJ.

Pada musin lebaran tahun 2018 ini para pemudik yang akan ke Natuna dari Pontianak harus lebih teliti untuk menentukan sarana moda transportasi laut yang dipilih, Meski PT Pelni mengoperasikan KM Lawit untuk membantu rute Serasan- Midai-Natuna-Anambas -Tanjungpinang-PP pasca Kandasnya KM Bukit Raya di Natuna, sesuai jadwal yang dirilis PELNI, KM Lawit tidak singgah pelabuhan Pontianak.

KM Lawit dijadwalkan dari Surabaya tanggal 23 Mei 2018 langsung menuju pelabuhan Serasan tiba tanggal 26 Mei 2018 , menuju Midai- Selat Lampa -Terampa-Letung -Tanjungpinang, Kapal Pelni berkapasitas 1000 penumpang ini dipastikan tidak singgah di  pelabuhan Pontianak, pada rute selanjutnya sekembali dari Tanjungpianng baru singgah di Pontianak .

” Mohon maaf untuk KM Lawit tidak bisa singgah dulu di Pontianak mengingat waktu yang mendekati peak season. Dari Pontianak ke Serasan PT Pelni sudah menyiapkan kapal Sabuk Sanus. Kami atas Nama PT PELNI mohon maaf karena sulit diutak atik lagi jadwal ynag sidah di publish sore tadi mengingat kapal PT PELNI saat ini sangat terbatas. ” jelas  Manager PR dan CSR PT. Pelni (Persero) Akhmad Sujadi.

Sujadi menyarankan masyarakat Natuna yang akan mudik dari Pontianak pada tanggal 23 Mei menggunakan Kapal Sabuk Nusantara (Sanus) , yang jadwalnya bisa diperoleh di agen dan pelabuhan terdekat.

Meski begitu PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) –Pelni, memastikan pelayanan pelayaran ke Kepulauan Riau dan Pontianak tetap terlayani dengan baik. Pelayaran Pelni ke Kepulauan Riau tidak hanya dilayani KM. Bukit Raya saja, namun dilayani KM. Sabuk Nusantara (Sanus). KM. Sanus 39 dari Pontianak-Serasan-Subi-Ranai-Pulau Laut-Sedanau-Selat Lampa-Pulau Tiga- Midai-Tarempa-Kuala Maras. KM. Sanus 30 dari Tanjung Pinang-Kuala Maras-Tarempa-Midai-Pulau Tiga-Ranai-Subi-Serasan-Sintete-Tambelan-Tanjung Pinang.

Manager PR dan CSR PT. Pelni (Persero) Akhmad Sujadi mengatakan, KM. Sabuk Nusantara (Sanus) 30 dan Sanus 39 dengan berkapasitas masing-masing kapal 400 penumpang. Selain KM. Sanus 39 dan Sanus 30, Pelni juga mengoperasikan KM. Sanus 62 dengan kapasitas 265 penumpang.

“Ada 4 kapal termasuk Bukit Raya melayani pelayaran ke Kepulauan Riau dan pulau-pulau sekitarnya yang dikenal dengan pulau tujuh,” terang Sujadi.

KM. Bukit Raya, lanjut Sujadi perlu perbaikan dalam beberapa hari ke depan, untuk tetap memberikan pelayanan kepada warga di Kepulauan Riau, Pelni telah mengoperasikan KM. Sanus untuk bepergian antar pulau. Pelni juga akan segera mengoperasikan KM. Sanus 62 yang baru selesai docking dengan rute Tanjung Pinang-Senayang-Jagoh-Pulau Berhala-Jagoh-Pulau Pekajang-Blinyu-Pulau Pekajang-Jagoh-Senayang-Tanjung Pinang-Tambelan-Sintete-Tambelan-Tanjung Pinang.

“Atas dasar inisiatif Managemen PT PELNI yang juga dilaporkan ke Kementerian Perhubungan PT PELNI menyiapkan KM. Lawit untuk melayani rute ke Natuna untuk sementara KM. Bukit Raya perbaikan. Pelni menyiapkan KM. Lawit untuk melayani rute KM. Bukit Raya ke Kepulauan Riau. KM. Lawit akan berangkat dari Tanjung Perak, Surabaya pada (23/5) langsung ke Serasan dan akan tiba pada (26/5). Kemudian ke Midai (26/5)-Selat Lampa atau Natuna (27/5) –Tarempa (27/5) – Letung (29/5)-Kijang (28/5), Letung (29/5) Tarempa (29/5), Natuna (30/5), Midai (30/5), Serasan (30/5) , Pontianak (32/5) dan ke Semarang pada (2/6). “KM. Lawit rencana berangkat Hari Rabu (23/5) dari Surabaya ke Serasan mengikuti rute Bukit Raya dan kembali ke Semarang,” tambah Sujadi.

Menjawab kekawatiran sejumlah nitizen yang mengekspos kondisi KM Lawit berdasarkan berita pontianak post tahun 2016, Sujadi menjamin KM Lawit sudah sangat layak beroperasi dan sesuai nstandart keselamatan berlayar, ”

“KM Lawit sudah jauh berubah , kondisinya sangat layak beroperasi dan berlayar, KM Lawit sudah setiap tahun dock perbaikan. Semua kekurangan dipenuhi. Alat keselamatan pelampung di kapal jumlahnya lebih banyak 25 sd 35 % dari kapasitas bed, Jadi tidak perlunkawatir,” Jelas Sujadi.

Saat ini PT. Pelni (Persero) merupakan BUMN Transportasi laut mengoperasikan 26 armada trayek Nusantara, 47 kapal perintis, 6 rute kapal tol laut dengan 9 kapal barang dan 2 kapal ternak. Pelni memiliki 3 anak perusahaan, PT. Rumah Sakit Pelni bergerak dibiding jasa pelayanan kesehatan. PT. Sarana Bandar Nasional (SBN) bergerak dibidang logistik dan trading. PT. Pelita Djaya Indonesia Corporation (PIDC) bergerak dibidang service dan jasa pengamanan. (red)

Continue Reading
Advertisement
Klik Untuk Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas