Connect with us

Kelautan / Perikanan

Lanal dan Polres Natuna Minta Nelayan Lapor Jika Temukan Pompong atau 6 Orang Asing ini

Diterbitkan

Pada

6 Warga Vietnam yang melarikan diri, kabur dari pengawasan Kejaksaan Natuna

GDN Online, Natuna- Aparat Penegak Hukum di Natuna menghimbau masyarakat nelayan Natuna untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang terdekat jika melihat atau mengetahui keberadaan orang asing mapupun pompong yang digunakan sebagai sarana kaburnya 6 Warga Vietnam terdakwa perkara Ilegal Fishing di Natuna.

” Mohon kepada masyarakat Natuna terutama nelayan yang beraktifitas di laut Natuna untuk membantu menginformasikan kepada Babinkamtibmas, polsek, Posal atau aparat terdekat jika melihat aktifitas orang asing maupun kapal asing agar bisa segera kita tindak lanjuti, jajaran Polres Natuna saat ini akan fokus kepenanganan tindak pidana ke 2 tersangka ini dulu untuk efek jera agar kejadian ini tidak terulang, sambil mengembangkan penyidikan lebih lanjut, ” Terang Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto pasca merilis penetapan 2 tersangka penyedia sarana kaburnya 6 warga Vietnam di mapolres Natuna, Rabo(20/06).

Himbauan Kapolres Natuna ini dipertegas oleh Danlanal Ranai di Natuna Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E

” Kejadian ini menajdi perhatian serius Mabes TNI dan jajaran TNI AL khususnya, KRI di bawah komandao Guspurla dan Guskamla disiagakan dan berpatroli untuk menjaga dan memperketat pengamanan di laut Natuna Utara, kita juga sudah menginformasikan cici-ciri pompong yang digunakan sebagai sarana ke 6 terdakwa melarikan diri, kepada nelayan yang melaut di laut Natuna, kepada sejumlah kapal asal Tegal, Lengkong dan KRI, untuk itu kami juga menghimbau kepada seluruh nelayan di Natuna khususnya masyarakat yang berada pantai pesisir untuk mewaspadai, dan memonitor jika ada gerakan orang asing yang mencurigakan, baik itu nelayan asing maupun kapal asing dan melaporkannya kepada pihak keamanan terdekat, bisa ke Posal, personil TNI AL, personil Kepolisian maupun perangkat desa hingga RT, RW agar bisa diteruskan ke kami untuk dilaksanakan penindakan lebih lanjut,” Jalas Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E.

pompong yang dipastikan digunakan sebagai sarana kaburnya 6 Warga Vietnamvdari pengawsan Kejaksaan Natuna

Untuk mengantisipasi langkah berikutnya sambil memproses kedua tersangka pihak Kejaksaan Natuna telah mengirimkan surat resmi ke Konjen maupun Kedutaan negara Vietnam di Jakarta terkait kaburnya 6 warga Vietnam terdakwa Ilegal Fishing ini,

” Kita pihak kejaksan Natuna sudah langsung menyurati secara resmi, memberi kabar kaburnya 6 terdakwa ini ke konjen maupun Kedutaan Vietnam di Jakarta, tidak menutup kemungkinan karena ini merupakan kejahatan transinternasional kita juga akan mengupayakan hingga ke pusat dan menjajaki pelaporan ke interpol jika dibutuhkan, ” Tambah Kajari Natuna Juli Isnur Boy S.H., M. H  .

Seperti diberitakan Gardanusantara Online sebelumnya, Terdakwa Ilegal Fishing warga Vietnam dikabarkan kabur dari pengawasan Kejaksaan Negeri Natuna. Keenam orang yang menghilang  Hoa, Khanh, Vuong, Tuan, Khaoi dan Cuc sudah tidak ada, saat petugas kejaksaan melakukan apel rutin memeriksa para terdakwa ini, Jumat (15/8/2018) petang.

Selama ini seluruh terdakwa asing kasus Illegal fishing itu ditampung di komplek kantor Kejari Natuna. Mereka dikontrol secara berkala setiap hari oleh petugas Kejari.

“Hari Jumat pas apel sore abis maghrib, setelah hujan deras mereka diketahui tidak ada. Setelah dicek ternyata ada enam orang tidak ada,” kata Kajari Juli Isnur Boy saat itu.

Jumlah terdakwa illegal fishing yang ditangani Kejari Natuna saat ini sebanyak 42 orang termasuk terdakwa yang menghilang itu.

Anton selaku tim keamanan Kejaksaan Natuna kepada wartawan menuturkan kronologis menghilangnnya terdakwa itu.

Hari Jumat kemaren mereka melaksanakan dua kali apel, apel pertama dilaksanakan pada pukul 17: 00 WIB dan apel kedua dilaksanakan pada pukul 18 : 30 WIB, ada enam orang petugas Kejaksaan Natuna yang mengawasi.

“Sesuai jadwal kita melaksanakan apel kedua setiap harinya pada pukul 20:00 WIB, tapi karena ada hujan lebat apelnya dipercepat. Pada apel kedua ini kami cek, ternyata enam orang asal Vietnam ini tidak ada,” tutur Anton. (red)

 

 

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas