Connect with us

Kelautan / Perikanan

Pompong Eko Menghilang Saat 6 Terdakwa Warga Vietnam Kabur dari Kejaksaan Natuna

Diterbitkan

Pada

Eko Sarmaniko (30) warga Rt. 04 Rw. 04 Jemengan Kelurahan Ranai Kec. Bunguran Timur ke melaporkan pompongnya hilang .

GDN Online, Natuna- Paska kabar kaburnya 6 warga Vietnam  terdakwa perkara Ilegal Fishing dari pengawasan Kejaksaan Natuna, pada Jumat (15/06) petang, malam ini  Sabtu (16/06)  Nelayan Natuna Eko Sarmaniko (30)  warga Rt. 04 Rw. 04 Jemengan Kelurahan Ranai Kec.  Bunguran Timur melaporkan pompongnya hilang .

Pompong warna Hijau daun pisang, mesin domping 12, panjang 25. kaki lebar 4 kaki yang menjadi sandaran hidupnya dua tahun terakhir hilang.

“ Pompong anak kami Eko  warna hijau daun pisang, selama ini biasa di tambat di pantai Batu Kapal, atau pelabuhan nelayan Jemengan, kita memang rencana nak ngedok pompong tu, saye lah minta Eko tambat di Jemengan saje, biar nanti abis lebaran ke 4 atau kelima kita kerjakan, agar cepat selesai, eee tak tahunya dapat musibah ini,” Jelas Mat Saleh ayah Eko.

Eko tak langsung melaporkan ke orang tuanya kalau pompongnya hilang,  Eko sempat mencarinya sejak pagi hingga petang hari ini sampai ke Telok Buton (70 Km-red)  dari Ranai.

“ Eko tak langsung cerite kesaye, petang tadi die baru cerite setelah seharian cari pompong die yang hilang hingga ke Teluk Buton, saye sarankan tadi lapor ke ketua nelayan, dan pak RW, mereka menyarankan lapor ke Kejaksaan, Eko lah pegi Kejaksaan malam tadi, baru sekarang dia melapor ke Polres Natuna, sampai larut malam ini lum balek,” Jelas Pak Mat Saleh didampingi Ibu Eko kepada Gadanusantara Online.

Pompon Eko hilang saat ditambat di pinggir pantai bakau sekitar Pring, kelurahan Bandarsyah.

“ Pompong Eko ada alat pancing, Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) aki, dan alat pancinmg lengkap, dulu saya belikan untuk dia baru sekitar 40 jutaan, dengan alat-alat habislah hamper 60 juta, tiap waktu Eko pegi mancing dengan pompong tu, dah lewat 2 tahun, sebelum lebaran die ngeluh sering tekor, 3 kali pergi sebelum lebaran  karena angin kencang, balek tak dapat bende, es rugi, minyak rugi, lah kene musibah pulak,”   Jelas orangtua perempuan Eko dengan mimik prihatin.

Eko melabuhkan pompongnya Kamis,(14/06) sore di sekitar bakau wilayah Pring Bandarsyah, kepada orangtuanya Eko mengaku masih sempat ngecek Jumat Pagi, masih ada, begitu juga Jumat sore.

” Eko Bilang Jumat sore sebelum hujan sempat tengok pompong di Pring, masih ade, malah pompong itu tegolek karena air sedang kering surut,  baru tadi Sabtu pagi, dia tengok pompong tu lah tak ade, Eko dan istrinya inisiatif cari sendiri hingga petang sampe ke Teluk Buton, tapi tak ketemu,” Jelas Mat Saleh.

ke 6 warga Vietnam yang dikabarkan melarikan diri dari kejaksaan Natuna

Waktu hilang pompong milik Eko hampir bersamaan dengan kabar 6 terdakwa Ilegal Fishing warga Vietnam yang dikabarkan kabur dari pengawasan Kejaksaan Negeri Natuna. Keenam orang yang menghilang  Hoa, Khanh, Vuong, Tuan, Khaoi dan Cuc sudah tidak ada, saat petugas kejaksaan melakukan apel rutin memeriksa para terdakwa ini, Jumat (15/8/2018) petang.

Kajari Natuna, Juli Isnur Boy yang dikonfirmasi membenarkan enam orang terdakwa Warga Negara Asing (WNA) dengan dakwaan illegal fishing menghilang dari pengawasan Kejari Natuna.

Selama ini seluruh terdakwa asing kasus Illegal fishing itu ditampung di komplek kantor Kejari Natuna. Mereka dikontrol secara berkala setiap hari oleh petugas Kejari.

“Tadi pas apel sore abis maghrib setelah hujan deras mereka diketahui tidak ada. Setelah dicek ternyata ada enam orang tidak ada,” kata Kajari Juli Isnur Boy Jumat (15/06) malam.

Peristiwa ini merupakan kali ke tiga terdakwa perkara Ilegal Fishing  melarikan diri dari pengawasan Kejaksaan Natuna, Sebelumnya dua nakhoda kapal ilegal Vietnam tahanan kejaksaan Natuna bernama Huang Anh Crong (24), dan Truong Van Thom (30) juga kabur pada 27 April 2017. Mereka kabur dengan mencuri pompong nelayan di Ranai, Natuna.

Selang beberapa bulan kemudian, empat nakhoda kapal Vietnam tangkapan Ilegal Fishing melarikan diri dari Kejaksaan Negeri Natuna, Kamis 20 Juli 2017. Keempat nakhoda Vietnam yang kabur tersebut bernama Pham Van Hung, Nguyen Van Tien, Nguyen Thanh Hung, Phan Be.

Modusnya sama, yakni kabur dengan mencuri sebuah pompong (perahu) milik nelayan Batu Hitam yang sedang berlabuh di elabuhan bTau hitam. Mereka selama ini sedang dalam proses hukum di bawah pengawasan kejaksaan.

Petugas jaga baru mengetahui hilangnya nakhoda kapal setelah melaksanakan apel.

Selama ini pihak kejaksaan berdalih sulit mengawasi para nelayan asing tangkapan ilegal fishing tersebut.

Sesuai aturan mereka tidak boleh dilakukan kurungan badan. Kejaksaan praktis hanya mengawasi selama menjalani proses hukum tahap 2 setelah dilimpahkan oleh Lanal sebelum disidang di pengadilan.

Jumlah nelayan asing ini juga cukup banyak, disamping belum adanya lokasi untuk menampung para nelayan Vietnam ini

(red)

 

 

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas