Connect with us

Kelautan / Perikanan

Sinergi Penegak Hukum di Natuna Berhasil Ungkap Modus Pelarian WNA Terdakwa Ilegal Fishing

Diterbitkan

Pada

Sinergi Polres natuna, lanal Ranai dan kejaksaan natun serta dukungan Ketua DPRD Natuna, penegak hukum sukses ungkap modus pelarian terdakwa ilegal fishing

GDN Online, Natuna- Dalam kurun waktu kurang dari 2 x 24 jam, sinergi aparat penegak hukum di Natuna didukung DPRD Natuna berhasil mengungkap modus dan tersangka pelaku penyedia sarana pelarian 6 WNA asal Vietnam terdakwa perkara ilegal fishing, Jumat (15/06) lalu.

” Alhamdulilah berkat kerjasama yang baik, sinergisitas antara jajaran Kejaksaan Natuna, Lanal Ranai Natuna dan Polres Natuna serta dukungan Ketua DPRD Natuna, kami berhasil mengamankan 2 tersangka yakni A dan E S warga Natuna yang di sangka telah melakukan tindak pidana yang dikenakan pasal 242 ayat 1 dan pasal 220 dan atau pasal 221 ayat 1 Jo pasal 55 ayat 1 KUHP ancaman maksimal 7 tahun penjara. ” Jelas Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto dalam jumpa pres di Mapolres Natuna, Rabo (20/06) siang ini.

Kedua tersangka pembantu pelarian WNA Vietnam di amankan Polres Natuna

Kedua tersangka A dan ES (32 thn) Warga Jemengan Rt 04, kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur diamankan jajaran Polres Natuna bersama barang bukti 2 unit Hp, 1 sepeda motor dan uang sejumlah Rp 1.840.000.

” Keduanya patut diduga telah membuat laporan palsu, terkait pompong milik ES  yang dilaporkan hilang. ES melapor Ke polres Natuna Hari, Sabtu (16/06) malam, ternyata setelah dikembangkan berdasarkan hasil penyidikan jajaran Polres Natuna bekerjasama dengan Kejaksaan Natuna dan Lanal Natuna malah ditemukan bukti  pompong tersebut justru dijual E S melalui perantara tersangka A  seharga 4.000.000 rupiah, kepada 6 terdakwa perkara Ilegal Fishing yang kabur. Tersangka A (60thn)Warga Ranai, jl Dtk Mohd Benteng, Kecamatan Bunguran Timur, selain menjadi perantara pembeli pompong milik tersangka  ES, juga membantu mengadakan BBM dan ransum untuk 6 terdakwa Ilegal Fishing warga Vietnam yang Kabur.” Jelas AKBP Nugroho Dwi Karyanto.

Tersangka A juga  akhirnya mengakui turut mengantar para terdakwa yang kabur itu ke pelabuhan Pering di Bandarsyah tempat dimana pompong tertambat.

Pada kesaempatan ini Kapolres Natuna menghimbau agar kejadian seperti ini tidak terulang, Masyarakat Natuna harus paham bahwa perbuatan mereka (kedua tersangka -red) turut serta membantu tahanan kabur merupakan perbuatan melanggar hukum dan akan berakhir di penjara.

Kajari Natuna, Juli Isnur Boy dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa kejadian kaburnya 6 terdakwa Warga Vietnam ini menfaatkan susana hari lebaran Idul Fitri dimana suasana sedang sepi dan libur, serta kondisi cuaca hujan deras.

Kajari menambahkan, bahwa pihaknya bersama Polres Natuna dan Lanal Ranai sangat serius memberantas kasus Illegal Fishing di Natuna.

“Kami serius tidak main-main dalam menangani kasus Illegal Fishing. Jadi jangan melakukan hal-hal yang salah. Kami tidak kenal hari libur, buktinya sehari setelah kejadian saya bersama pak kapolres langsung terbang ke Natuna setelah sebelumnya berkoordinasi pasca kejadian,” terangnya.

Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P)Harry Setyawan mengatakan, pada saat kejadian hingga kini pihaknya terus melakukan pencarian, menyisir pantai hingga ke Pulau Laut.

“Upaya pencarian masih terus kita lakukan, menyisir pantai dan pulau hingga ke Pulau Laut, bahkan saya semalam baru balek dari Pulau Laut dan pulau Sekatung untuk menyusur dan mensosialisasikan ke Nelayan dan warga di pulau-pulau perbatasan bagian utara agar juga membantu pencarian dan waspada dengan kejadian ini, ”terangnya.

Danlanal menghimbau kepada masyarakat dan nelayan pesisi, Apabila melihat ada nelayan asing yang masuk ke wilayahnya segera lapor ke aparat terdekat, baik kepada polisi maupun ke Pos TNI -AL terdekat.

“Saya himbau kepada nelayan pesisir, apabila ada kapal dan nelayan asing segera laporkan, kepada pihak berwajib terdekat,”pintanya.

Danlanal Ranai juga menjelaskan bahwa pasca kaburnya 6 terdakwa ilegal fishing ini pihak Mabes TNI  khususnya jajaran TNI AL memberikan perhatian serius dengan mengerahkan sejumlah KRI yang saat ini masih aktif berpatroli di Zona ZEE untuk terus memperketat pengamanan.

Sementara Ketua DPRD Natuna, Yusripandi menyampaikan apresiasi atas terungkapnya kasus pelarian tahanan Illegal Fishing. Kasus tersebut, menurutnya sangat tidak baik dicontoh oleh masyarakat karena membantu tahanan asing kabur.

“Saya berharap kejadian seperti ini, tidak terulang lagi. Apalagi ada peran serta masyarakat membantu kaburnya para tahan asing. Ini sangat tidak baik buat daerah kita,”ungkapnya.

Selama ini, persepsi di masyarakat selalu menyebutkan tahanan asing kabur mencuri pompong milik nelayan. Namun kali ini, setelah diselidiki ada keterlibatan warga langsung yang membantu menyediakan sarana untuk para terdakwa kabur.

“Ini sangat tidak baik, dan melanggar hukum, ditengah gencarnya pemerintah memberantas Illegal Fishing, masyarakat malah membantu para pelaku kabur. Semoga kejadian serupa tidak terulang lagi dan masyarakat harus sama-sama mengawasi para terdakwa itu, bukan membantu mereka kabur,” Jelas Yusripandi. (red)

 

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas