Connect with us

Advertorial

Selangkah Lagi Natuna Menuju Geoprak Dunia

Diterbitkan

Pada

 

Penyeraan Sertifikat Status Geoprak Nasional bagi Natuna oleh Menpar ke Bupati Natuna

GDN ONLINE, Natuna- Setelah sukses mencatatkan sebagai kawasan Geoprak Nasional, geoprak Natuna segera diusulkan mendapat status Geopark Dunia.

Kepastian rencana usulan ini ditandai dengan datangnya Sekjen Global Geopark Network UNESCO Guy Martini mengunjungi kawasan Geopark Nasional Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (22/12/2018).

Kedatangan Guy Martini tiba bersama tim Geopark UNESCO. Rombongan disambut langsung Asisten Administrasi Umum Izwar Asfawi, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Hardinansyah, Kepala Dinas Pariwisata Natuna Erson Gempa Afriandi, dan Kepala Bappeda Moestafa.

“Kedatangan Guy Martini untuk melakukan survei. Tujuannya, menjadikan Natuna UNESCO Global Geopark 2019. Kita harapkan kedatangannya dapat mempercepat proses tersebut,” Jelas Kepala Dinas Pariwisata Natuna, Erson Gempa Afriandi menjawab Pewarta.

Saat ini pemkab Natuna terus mempersiapkan Natuna menjadi Geopark Dunia agar nama Natuna mendunia.

” Kita terus berbenah menuju Geoprak Dunia, Insya Allah  di tahun 2019  pemkab Nagtuna melalaui dinas Pariwisata akan melatih kelompok pengelola. Jadi nanti disetiap Geosite akan ada pengelola yang terlatih dan akan dibangun jejaring kerja, sehingga mereka akan saling bersinergi,” tambah Erson .

Kabupaten Natuna memiliki banyak situs, termasuk batu granit berusia lebih dari 100 juta tahun. Bidang budaya dan sejarah juga tidak kalah menarik, termasuk tradisi pantun di Kepulauan Riau yang sedang diajukan menjadi salah satu warisan budaya dunia melalui UNESCO.

Potensi laut Natuna juga bisa menjadi Geopark Maritim. Apalagi Natuna masuk dalam sejarah Jalur Rempah Nusantara. Dalam sosialisasi itu banyak terungkap potensi daerah yang belum banyak diketahui, bahkan oleh masyarakat Natuna sendiri.

Natuna selama seribu tahun menjadi titik penting jalur pelayaran dari Laut China Selatan ke Samudera Hindia. Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit (abad ke-7 hingga ke-11) Kepulauan Natuna telah menjadi pusat bandar laut internasional.

Tercatat lebih dari 10 ribu artefak sudah diverifikasi dan telah diteliti para arkeolog. Diantaranya berbagai peninggalan China dari era Dinasti Tang, Chung, Yuang, Ming, dan Qing, serta peninggalan dari kerajaan di Vietnam, Thailand, Khmer, Jepang, Iran, dan Eropa.

Tidak hanya itu, Natuna juga kaya peninggalan dari berbagai kerajaan di Nusantara. Dan itu merupakan bukti sejarah bahwa natuna adalah bandar laut makmur di era keemasan Sriwijaya dan Majapahit.

Guy Martini telah mengunjungi kawasan Geopark Nasional Natuna

“Kedatangan Guy Martini merupakan kabar baik bagi Natuna. Apalagi Natuna telah ditetapkan menjadi Geopark nasional pada (30/11) Lalu bersama  Geopark Pongkor, Museum Tambang Antam, Kabupaten Bogor. Diharapkan nantinya dengan mendapatkan status UNESCO Global Geopark, Wisatawan Mancanegara akan banyak berwisata ke Natuna,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat itu.

Keyakinan Menpar Arief sangat beralasan. Benchmark-nya ada China maupun Korea yang berhasil mengembangkan geopark. China berhasil mengembangkan Yuntaishan Geopark semula tahun 2000 dikunjungi 200 ribu wisatawan, meningkat menjadi 1,25 juta wisatawan dengan perolehan devisa sebesar US$ 90 juta pada 2004, setelah dua tahun bergabung dengan GGN UNESCO.

“Begitu pula Jeju Island Geopark di Korea Selatan tahun 2011 dikunjungi 7 juta wisatawan. Saya yakin Kawasan Natuna bakal makin nge-hits lagi,” kata Menpar Arief.

Erson Genpa menambahkan, untuk mendukung Geopark Nasional Natuna sebagai UNISCO Geopark, sebuah Geopark juga harus memenuhi beberapa unsur yaitu, keberagaman geologi, keberagaman budaya, dan keberagaman hayati.

Dalam kunjungannya, Guy Martini bersama tim Asesor UNISCO meninjau lokasi Geosite wilayah utara Natuna yaitu, Geosite Jelita Sejuba, Mangrove Semitan, Geosite Tanjung Datuk, Geosite Goa Kamak, dan Geosite Alif Stone.

Sebelumnya di Geosite Jelita Sejuba, Presiden Global Geopark Network UNISCO Guy Martini juga telah melakukan penandatanganan prasasti.

(red)

Continue Reading
Advertisement
Klik Untuk Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas