Connect with us

Batam

12 Hari Koma, Anak Korban Kekerasan Itu Akhirnya Meninggal di Malam Jumat

Diterbitkan

Pada

Putra Reza akhirnya meninggal malam ini setelah 12 hari dirawat di RS Elizabeth Batam Centre

GDN Online, Batam– “Innalillahi waiinailahi rojiun. Selamat jalan Putra Reza. Semoga keluargamu melepas kepergianmu dengan ikhlas….Semoga tidak ada korban kekerasan berikutmya dari oknum aparat… Pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum.” Status yang diunggah sekitar pukul 19.00 (03/01/2019) di laman Facebook Erry Sahrial anggota KPPAD Kepri.

Siang tadi Erry Sahrial anggota KPPAD Kepri masih sempat menjenguk korban yang dirawat di RS Elisabeth Batam Centre, saat itu kondisi Putra belum sadar dari koma, Erry Syahrial sempat mendengarkn keluh kesah Ratna selaku ibunda Putra, keluhannya ini diunggah siang tadi juga dilaman facebook Erry Sahrial

“Udah 12 hari Putra koma belum juga sadar. Selama itu pula ibu Ratna menjaga anak angkatnya tersebut di RS Elizabeth Batamcentre dari pagi sampai malam. Berharap anak yg diasuh sejak.kecil tsb bisa sadar kembali, meskipun untuk terakhir kalinya. Dokter kemarim sudah menyarankan supaya selang pernafasan dicabut karena tidak ada perubahan sejak masuk RS. Si ibu minta ditunda karena berharap keajaiban dan belum siap berpisah dengan anaknya. Semakin sedih setelah polisi yg selalu memantau kondisi Putra selama ini sejak beberapa hari terakhir tidak datang lg ke RS. Semoga Buk Ratna dan keluarga Putra bisa menerima cobaan ini.” jelasnya, Kamis (03/01 /2018 siang)

Anggota KPPAD Kepri Erry Sahrial bersama Ibu angkat Putra Reza saat menjenguk korban Kamis Siang

Erry Sahrial menjelaskan Putra Reza, 15 tahun, siswa SMA 10 Galang koma di RS elizabeth Batamkota akibat pemukulan oknum polisi saat razia di alun alun Batamcentre, malam minggu lalu. Karena takut dgn polisi habis pulang dari warnet, Putra berusaha kabur. Korban dikejar, dipepet dan dipukul dua kali hingga koma oleh petugas. Oknum yg memukul sudah diproses secara di Propam Polda dan diamankan, namun pidana umumnya belum diproses.

Erry Sahrial dan keluarga Putra Reza sempat berharap operasi pada kepala korban berjalan lancar dan bisa kembali sadar.

Selaku anggota KPPAD Kepri Erry sahrial sempat mengungkapkan harapannya agar  pihak Polda Kepri berusaha maksimal untuk.menyelamatkan nyawa korban dan menindak tegas anggotanya yg melakukan kekerasan pada anak dan abuse of power.

“Korban merupakan anak yatim dan hidup dgn orangtua angkat sejak.kecil. Sehari hari membantu bekerja di kandang ayam di daerah Barelang agar bisa bersekolah.” Jelas Erry Sahrial saat itu.

Sementara pihak Polda Kepri menyatakan dua orang oknum polisi yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Putra sudah ditahan. Keduanya diketahui sebagai anggota Sabhara Polda Kepri yakni Bripda MW dan Bripda RM.

Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Kepri, Kombes Pol Drs I Gede Mega Suparwitha mengatakan, proses penanganan kasus ini masih berlangsung.

“Sudah ditahan, anggota Sabhara Polda,” kata Suparwitha ketika dihubungi Batamnews.co.id, Rabu (26/12/2018).

Ia mengatakan, keterangan terkait kejadian belum bisa disampaikan karena masih dalam proses penyelidikan.

“Pemeriksaan sementara masih dua orang pelaku,” katanya.

Suparwitha mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan serta mendengarkan keterangan saksi. “Ini masih kita proses,” kata mantan Propam Polda NTT itu.  keterangan ini di kutib dari Batam,news.co.id (red)

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas