Connect with us

Nasional

Indonesia diserbu TKA atau Negara Lain Yang di Serbu TKI/TKW Indonesia ?

Diterbitkan

Pada

TKW di Singapura

GDN Online, Nasional- Dalam Rapat Kerja Kemenakertrans, Kepala BKPM, Dirjen Imigrasi dan Dirjen Pembinaan Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta pada Kamis (26/4/2018), Hanif Dhakiri mengatakan bahwa jumlah TKA  di Indonesia dari tahun 2015-2017 berturut-turut adalah 77.149, 80.375 dan 85.947 orang.

Data BPS tahun 2016 mencatat terdapat sekitar 21.271 TKA yang berasal dari China, 12.490 dari Jepang, 8.424 dari Korea Selatan, 5.059 dari India, 4.138 dari Malaysia, 2.812 dari Amerika Serikat, 2.394 dari Thailand, 2.483 dari Australia, 3.428 dari Filipina, 2.252 dari Inggris, 1.748 dari Singapura serta 7.684 TKA dari negara-negara lainnya. (sumber .wartakota)

Sementara jumlah penduduk Indonesia menurut proyeksi data BPS pada tahun 2018 mencapai 265 Juta jiwa.

Bagimana Singapura ?

Menurut data Wikipedia :

Menurut survei AsiaBarometer 2006, populasi orang Singapura mencapai 3.343.000 jiwa dan populasi orang Singapura perantauan mencapai 212.000 jiwa

Berapa WNI di Singapura?, data BNP2TKI mencatat di tahun  2017 ada  11.175 orang TKI /TKW yang bekerja diSingapura .

TKW Indonesia

Bagimana dengan Hongkong ?

Populasi kota Hongkong di tahun 2017 tercatat ada 7,392 juta orang 20%nya penduduk kategori miskin. Lalu berapa TKIdan TKW Indonesia disana?  BNP2TKI mencatat di tahun  2017  di Hong Kong 9.687 orang TKI/TKW.

Taiwan ditahun 2018 mencatat berpenduduk 23,58 juta, Berapa Jumlah WNI disana ?  data  BNP2TKI mencatat di tahun  2017 ada Taiwan 48.737 orang  kalau TKW ini dikumpulkan di lapangan tak muat bro.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengajak masyarakat yang selama ini khawatir dengan dampak dari Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing ( TKA) untuk melihat data terkini.

Melalui paparan data tersebut, Hanif ingin masyarakat mendapat pemahaman dan membuktikan sendiri, apakah benar pandangan Indonesia dibanjiri TKA atau tidak.

“Data TKA di Indonesia per akhir 2017 kemarin 85.974 orang,” kata Hanif saat menghadiri diskusi Forum Merdeka Barat 9 di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018).

Menurut Hanif, ada dua cara untuk mencari perbandingan dan menentukan apakah TKA benar telah membanjiri Indonesia, yakni dengan menghitung berapa jumlah Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) di luar negeri atau membandingkan TKA di negara-negara lain.

Dia memulainya dengan menyebut jumlah TKI berdasarkan data yang dihimpun oleh World Bank. “TKI kita itu besar, kalau pakai survei World Bank ada sekitar 9 juta per akhir 2017. 55 persennya ada di Malaysia, 13 persen di Saudi Arabia, 10 persen di China atau Taipei, dan di negara-negara lain,” tutur Hanif.

Sementara jika merujuk pada data TKA di beberapa negara, Hanif mengambil contoh Singapura yang satu per lima warga di sana adalah TKA. Keberadaan TKA yang besar juga bisa ditemui di Qatar, Uni Emirat Arab, di mana jumlah TKA di sana hampir sama dengan jumlah penduduknya. Dia juga menyinggung tentang kekhawatiran jumlah TKA asal China di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Hanif menilai justru TKI yang menyerbu China, bukan TKA asal China yang membanjiri Indonesia.

“TKI kita di Hongkong sudah lebih dari 150.000 orang. Di Makau sekitar 20.000 orang. Di Taiwan sekitar 200.000 orang. Sementara jumlah TKA asal China yang kerja di Indonesia sampai akhir 2017 sekitar 24.800-an,” ujar Hanif.

Dia turut mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan Perpres 20/2018 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, beberapa waktu lalu. Perpres tersebut bertujuan untuk mempermudah investasi dari luar negeri masuk ke Indonesia, namun tidak menghilangkan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh TKA untuk bisa bekerja di Indonesia.

Berikut data  pekerja Indonesia di luar negeri sepanjang tahun 2017

Sepanjang  Januari-Agustus 2017, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah berhasil menempatkan 148.285 TKI ke sejumlah negara. Para TKI prosedural tersebut tersebar di kawasan Asia-Pasifik, Amerika, Timur Tengah, dan Eropa.

Dibandingkan periode Agustus 2016, terjadi penurunan sebanyak 8.316 TKI dari total penempatan pada periode Agustus 2017 sebanyak 148.285 orang. Berdasarkan data yang ada, jumlah TKI yang ditempatkan di luar negeri pada periode Januari-Agustus 2016 mencapai 156.601 orang.

“Penurunan tersebut ditengarai disebabkan antara lain karena faktor pertumbuhan ekonomi regional dan global yang mengalami kelesuan atau stagnan sehingga permintaan tenaga kerja asing untuk mengisi sektor-sektor padat karya, seperti pembangunan konstruksi agak menurun,” ujar Kepala Bagian Humas BNP2TKI Servulus Bobo Riti dalam keterangan tertulis, Rabu (27/9/2017).

Servulus menjelaskan penempatan TKI ke luar negeri dibagi dalam dua sektor, yaitu formal dan informal. Sebagaimana data yang ada, dari total 148.285 TKI yang sudah ditempatkan, jumlah TKI yang bekerja di bidang formal mencapai 83.943 orang.

Sedangkan TKI yang bekerja di bidang informal sebanyak 64.342 orang. Dilihat dari latar belakang pendidikan, para TKI yang bekerja di luar negeri masih didominasi lulusan SD-SMP dengan angka 65 persen.

Selebihnya beragam, mulai dari tingkat SLTA hingga perguruan tinggi, yaitu diploma, sarjana, dan pascasarjana. Dari sisi gender, tenaga kerja dari Indonesia mayoritas perempuan, yaitu sebanyak 93.641 perempuan, di mana persentase ini jauh lebih banyak daripada laki-laki yang hanya 54.644 orang.

Berdasarkan skema penempatan, dari jumlah penempatan sebanyak 148.285 TKI tersebut, terbagi dalam skema private to private (P to P) sebanyak 119.266 orang, reentry sebanyak 19.712 orang, perorangan/individu berjumlah 6.768 orang, dan goverment to government (G to G) 2.408 orang.

“Untuk kepentingan perusahaan sendiri sebanyak 67 orang, dan TKI yang bekerja sebagai pelaut sebanyak 64 orang,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pusat data BNP2TKI mencatat ada 5 daerah sumber TKI terbesar, yaitu Jawa Barat sebanyak 31.027 orang, Jawa Tengah 29.394 orang, Jawa Timur 27.381 orang, Nusa Tenggara Barat 23.859 orang, dan Sumatera Utara 11.952 orang. Berdasarkan kabupaten/kota, yang tertinggi adalah Kabupaten Lombok Timur 10.621 orang, Indramayu 10.390 orang, Lombok Tengah 6.917 orang, Cirebon 6.408 orang, dan Cilacap 5.448 orang.

BNP2TKI juga mencatat negara-negara yang menjadi tempat persebaran TKI di luar negeri. Dari 26 negara yang paling banyak terdapat TKI, tercatat 10 negara terbesar untuk penempatan TKI, yaitu Malaysia sebanyak 60.624 orang, Taiwan 48.737 orang, Hong Kong 9.687 orang, Singapura 11.175 orang, Arab Saudi 10.006 orang, Brunei Darussalam 5.416 orang, Korea Selatan 4.266 orang, Uni Emirat Arab 1.937 orang, Oman 718 orang, dan Qatar 794 orang.

Dari sekian banyak pekerjaan yang ada di luar negeri, terdapat 5 jabatan terbesar TKI, untuk domestic workers 29.465 orang, caregiver 35.512 orang, worker 16.934 orang, operator 23.366 orang, dan plantation worker 22.334 orang.

Menurut Servulus, dari sudut pandang dalam negeri, penurunan jumlah penempatan TKI pada periode Agustus 2017 tersebut menunjukkan hal yang positif atas situasi perekonomian nasional Indonesia yang pertumbuhannya mencapai 5,3 persen.

“Artinya, perhatian besar pemerintahan Presiden Jokowi pada bidang infrastruktur melalui berbagai megaproyek yang dibangun di seluruh Tanah Air, maka itu ikut menstimulus penyerapan tenaga kerja yang sangat besar. Dengan demikian, sekalipun penurunan jumlah penempatan TKI ke luar negeri hingga Agustus 2017 tidak terlalu besar jumlahnya, tetapi hal tersebut memperlihatkan hal positif dari sisi kepentingan nasional kita,” pungkasnya. (red)

sumber : berbagai sumber.

 

Continue Reading
Advertisement
Klik Untuk Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas