Connect with us

Laporan Khusus

Pesatnya Pembangunan Natuna Dalam 4 Tahun Terakhir, Apa Saja Sih ? (Bagian 1)

Diterbitkan

Pada

pembangunan jaringan listrik di Natuna masif dalam 4 tahun terakhir

GDN Online, Natuna- Apasih infrastruktur yang sudah di bangun untuk Natuna sebagai wilayah perbatasan dalam 4 tahun ini ? insfrastruktur pentng itu  LISTRIK

 
Jadi siapa bilang infrastruktur tak penting? Warga generasi milenial 4.0 sanggup hidup tanpa listrik ? coba perhatikan Listrik mati dalam hitungan menit saja dah heboh dunia medsos. hehehehehe ini lho insfrastruktur Listrik yang sudah dibangun untuk Natuna.
 
ditahun 2017 saja PLN Menyiapkan Anggaran untuk membeli 126 mesin Pembangkit Listrik Tenaga sebesar Rp 721 miliar. dikutip dari data Detik Finance PT PLN (Persero) menyiapkan anggaran sebesar Rp 721 miliar. Dana tersebut untuk membeli 126 mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
 
Manajer Bidang SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepri (Kepulauan Riau), Dwi Suryo Abdullah menjelaskan, 126 mesin PLTD itu total kapasitasnya mencapai 81,3 mega watt (MW).
 
“Itu untuk tahun 2017 saja, kita sebar,” ujar Dwi di Natuna, Kepri, Kamis (18/10/2017).
 
Dwi merinci, dari alokasi mesin tersebut sebanyak 42 mesin dengan kapasitas total 35,8 MW untuk wilayah Riau, dan 84 mesin berkapasitas 45,5 MW untuk wilayah Kepri.
 
“Semua dana untuk mesin tersebut dari internal PLN,” terang Dwi.

pekerja adalah pahlawan lsitrik Natuna, saudara-saudara yanag bejibaku tungkus lumus inilah saksi sejarah masifnya pembangunan listrik di Natuna

 
PLN tahun ini menargetkan bisa menerangi 33 desa di Kepri yang belum teraliri listrik PLN. Untuk 84 mesin yang disediakan akan disebar ke 27 pulau di Kepri yang meliputi 33 desa tersebut.
 
Sementara untuk 2018 PLN menargetkan menerangi 35 desa yang belum tersentuh listrik di Kepri. Lalu di 2019 ditambah lagi 29 desa.
 
Jika target-target tersebut tercapai maka rasio elektrifikasi di Kepri bisa mencapai 100% di 2019. Sementara untuk saat ini rasio elektrifikasi di Kepri masih 83,69%.
 
Sedangkan untuk wilayah Riau saat ini rasio elektrifikasinya mencapai 91,58%. Secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 96,5% di 2018 dan menjadi 100% di 2019.
 
coba kalau jalan-jalan keliling Natuna tengok dan hitung berpa tiang jaringan listrik baru yang mebentang dari Ranai ke selat lampa ynag berjarak lebih dari 70 KM, Berapa yang membentang dari Ranai ke Binjai ? Berapa yang mebentang dari Ranai ke Bunguran tengah- batu Ubi hingga ke Klarek yang berjarak tak kurang dari 80 KM? berapa yang membantang dari Ranai ke sepempang hingga Teluk Buton yang berjarak tak kurang dari 80 KM?
 
Hitung juga yang dibangun di Pulau-pulau kecamatan ? tak sedikit biayanya lho? hebatnya itu hanya dibangun di era 4 tahun terakhir lho
 
Untuk Natuna berapa mesin pembangkit yanag diperasikan hingga 2019 ?

mesin pembangkit bukan hanya untuk warga Pulau Bunguran Besar, tetapi di sejumlah pulau dan kecamatan juga di kirimkan untuk keadilan

 
PT PLN (Persero) mengoperasikan 16 mesin pembangkit listrik bertenaga diesel (PLTD) yang baru dengan total kapasitas 8.000 kilo Watt (kW) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Terdapat 16 mesin diesel berkapasitas masing-masing 500 kW yang berada di pulau terdepan Indinesia tersebut. Mesin-mesin itu ditempatkan di 6 lokasi, yakni di Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi, Pulau Legong dan Sistem Listrik Klarik di Kecamatan Bungguran Utara yang berada di Pulau Natuna Besar.
 
Direktur Bisnis Regional Sumatera PLN, Wiluyo Kusdwiharto mengatakan pengoperasian mesin diesel itu bertujuan untuk menarik investor, mendukung pertahanan keamanan dan meningkatkan perekonomian warga setempat. Pasalnya, kehadiran mesin-mesin tersebut akan menambah jam operasi listrik PLN menjadi 24 jam/hari. Sebelumnya, listrik di Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi dan Pulau Legong atau yang dikenal dengan Pulau Tiga hanya beroperasi 14 jam.
 
“Oleh karenanya, hal ini dapat menjadi modal kuat bagi pemerintah untuk menarik investor, meningkatkan taraf hidup dan mencerdaskan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau perbatasan dengan China, Kamboja, Filipina, Vietnam dan Malaysia,” kata Wiluyo dalam keterangan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/5) 2018. (dikutib dari beritasatu.com)
 
 
Selain mengoperasikan mesin diesel, lanjut Wiluyo, PLN juga membangun insfrastruktur berupa Jaringan Tegangan Menengah 20 kV (kilo Volt), Jaringan Tengangan Rendah dan trafo distribusi untuk mengalirkan energi listrik ke 11 desa baru dan 2 desa lama.

Butuh kerja keras dan kerja cerdas membangun jaringan listrik di Pulau-pulau Natuna

 
“Beroperasinya listrik PLN selama 24 jam penuh merupakan berkah bagi masyarakat, khususnya pada bulan Ramadhan. Masyarakat dapat melaksanakan menunaikan ibadah dengan lebih baik,” ujarnyam
 
 
Dewan Komisaris PLN, Ilya Avianti menyatakan rasa bangga kepada PLN yang telah mempersembahkan kerja nyata kepada warga Natuna.
 
 
“Kami berharap, seluruh warga bisa memanfaatkan listrik secara optimal untuk mendukung kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mengaji, belajar, menjahit hingga menyimpan hasil tangkapan ikan,” ujarnya.
 
 
Sebelumnya, masyarakat setempat menggunakan listrik dari Perusahaan Daerah (Perusda) dimana mereka harus membayar Rp 150.000 – Rp 400.000/bulan untuk listrik yang belum menyala 24 jam. ( red)
Continue Reading
Advertisement
Klik Untuk Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas