Connect with us

Nasional

Gelar Natuna Sail ke 5, Natuna Butuh Pelabuhan Marina

Diterbitkan

Pada

GDN Online, Natuna- Tanggal 10 hingga 15 Juni 2019 Natuna kembali gelar Sail Natuna, rencananya ada 45 yact dari berbagai negara yang akan kembali hadir di Pantai Selahang (Pantai Tanjung) Limau Manis Natuna.

” Dinas Pariwisata Natuna sedang menyiapkan even Sail Natuna 2019 sekaligus festival Pulau Senua, rencana ada 45 Yact dari berbagai negara yang akan hadir.” Terang Hardinansyah R Kadis Pariwisata Natuna.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Natuna berusaha mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik sehingga mendapat apresiasi positif dari peserta Rally Yact mancanegara.

Menyikapi perkembangan ini maka selayaknya Natuna punya Marina yakni pelabuhan khusus untuk labuh kapal Yact yang mengunjungi Natuna agar nilai tambah efek domino ekonomi bagi masyarakat makin bertambah.

” Natuna punya potensi pengembangan Marina, baik skala internasional maupun skala desa, teluk di Selat Lampa sangat cocok untuk dikembangkan sebagai pelabuhan Marina berstandart Internasional, tapi tentu perlu bantuan pemerintah pusat karena pembangunan marina model ini biayanya bisa Ratusan Milliar Rupiah, selain itu Natuna juga punya potensi pengembangan Marina desa, ada titik bagus seperti pulau Semarung di Mekarjaya, ini sangat cocok pas dengan program pusat yang akan bangun 100 Marina desa di Seluruh Indonesia, kita akan perjuangkan agar Natuna minimal bisa dibangun 1 pelabuham marina.” Urai Hardinansyah R menjawab Gardanusantara.

Bak gayung bersambut rupanya selain membangun pangkalan perikanan untuk genjot ekspor ikan tuna dari Natuna Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman juga mendorong percepatan pembangunan wisata bahari di Natuna.

Salah satunya rencana membangun kawasan marina yang akan menjadi pelabuhan khusus untuk bersandarnya kapal pesiar atau yacht.

“Ada jutaan yacht di dunia ini. Para yacht ini banyak yang ingin singgah di pulau-pulau yang ada di Indonesia secara periodik untuk menikmati keindahan alam, budaya, dan juga kulinernya, Natuna punya potensi itu, dalam beberapa tahun terakhir ratusan Yact sudah ke Natuna.” kata Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono, melalui keterangan resmi yang dikutib dari Republika.

Agung menyebutkan salah satu prasyarat utama agar kapal yacht banyak bersandar di Indonesia adalah dengan dengan membangun marina. Namun kenyataannya, tambah Agung, Indonesia hingga saat ini baru memiliki tiga hingga empat marina yang representatif.

Ini sangat disayangkan, mengingat tarif parkir yacht rata-rata 100-300 dolar AS per hari yang tentu akan mendatangkan pemasukan besar bagi keuangan negara. Indonesia setidaknya membutuhkan sekitar 100 marina baru.

“Untuk itu Indonesia harus tanggap melihat potensi besar ini. Kita harus mengusahakan agar kapal yacht tersebut bisa parkir lama di Indonesia. Bayangkan saja, satu hari mereka bersandar itu harus membayar 100-300 dolar AS”, terang Agung.

Pembangunan infrastruktur marina harus dilengkapi dengan prasarana pendukung, mulai dari listrik, persediaan air bersih, SPBU, akses jalan, tempat penginapan, tempat perbaikan kapal, minimarket, pusat kuliner, dan sarana pendukung lainnya.

Asisten Deputi Jasa Kemenko Maritim, Okto Irianto mengatakan keuntungan pembangunan marina tidak hanya dari tarif parkir yacht. Keuntungan terbesarnya justru adalah memberikan dampak ekonomi langsung terhadap masyarakat.

“Untuk membersihkan kapal yacht, misalnya, kita bisa mengusahakan agar dilakukan oleh anak-anak muda di daerah marina yang dibangun tersebut. Kemudian kebutuhan makanan bisa disediakan oleh Ibu-ibunya.

Kebutuhan akan penyediaan jasa laundry, hinggga transportasi juga bisa disediakan oleh masyarakat”, kata Okto.

Okto mengungkapkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, pemerintah menargetkan membangun 100 marina.

Namun dalam kenyataannya sepanjang empat tahun ini, Indonesia baru bisa membangun satu marina saja. Investor, infrastruktur dan prosedur yang rumit dinilai menjadi penyebab lambannya pembangunan marina ini.

Untuk mengejar target tersebut, forum dalam Rapat Koordinasi yang diadakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam mengusulkan pembuatan marina skala kecil yang disebut juga dengan marina desa.

Menurut Okto, marina desa cukup efektif karena pembangunannya tidak memerlukan dana yang besar serta bisa dilakukan secara cepat.

Okto menjelaskan, marina desa ini prinsipnya bisa dibangun dengan mengembangkan dermaga-dermaga rakyat yang sudah ada. Hanya tinggal menambah beberapa infrastruktur atau sarana pendukung saja seperti floating dock, jembatan, rambu-rambu, dan mooring buoy.

Menurut Okto dana yang diperlukan untuk menambahkan infrastruktur tersebut setelah dihitung berkisar maksimal hanya Rp 3 miliar.

Dengan demikian hal ini sangat dimungkinkan untuk dilakukan di tingkat kabupaten. (red)

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas