Connect with us

Advertorial

Ini Pesan MenKP Susi Pudjiastuti Saat Sekda Natuna Dampingi Tengelamkan KIA

Diterbitkan

Pada

GDN Online Natuna- Sekdakab. Natuna Wan Siswandi mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti yang kembali menenggelamkan 7 (tujuh) Kapal Ikan Asing (KIA) di perairan Natuna, Sabtu. (11/05). MenKP  juga mengundang 3 Duta besar Negara asing yaitu, Dubes Polandia H.E  Beata Stoczyńska, Dubes Armenia H.E. Mrs. Dziunik Aghajanian, Dubes Swedia H.E. Marina Berg. Penenggelaman kali ini merupakan rangkaian peusnahan secara serentak di tiga (3) titik berbeda yaitu di Pontianak ada 3 KIA, Belawan 3 KIA dan di Natuna ada 7 KIA .

Sekda Natuna Wan Siswandi saat mendampingi MenKP Siusi Pudjiastiuti sebelum menenggelamkan KIA di Natuna

“Penenggelaman barang bukti Kapal Asing ini merupakan hasil dari penangkapan Satgas 115 terdiri dari gabungan KKP, Polri, AL, Bakamla, dan kejaksaan yang saling bekerjasama untuk menjaga keamananan Perairan Indonesia. Satgas 115 harus selalu kompak dan solid dakam memberantas pencurian ikan oleh kapal ikan asing ini karena tidak mungkin kita memagari laut dengan kapal perang ataupun pesawat udara, bukan karena tidak mampu, namun adalah tidak mungkin untuk melakukan hal tersebut secara terus-menerus.”  Tegas MenKP Susi Pudjiastuti dihadapan pewarta.

Menurut Susi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus disegani, dengan cara menunjukkan kepada negara lain bahwa Indonesia itu tegas dan tidak main-main, mengingat Negara terkecil diluar sana seperti Singapura tidak memagari lautnya dengan menggunakan Kapal-kapal perang, melainkan dengan accountability, integritas serta ketegasan, sehingga disegani baik di Asia maupun di dunia.

“Kita Indonesia bisa melakukan hal tersebut, karena bukan hal mustahil jika kita saling bahu-membahu menyelamatkan bangsa ini dengan cara baik tanpa harus menghukum bangsa sendiri. Selama ini Indonesia merupakan negara dengan luas dan panjang laut Nomor 2 di dunia, tetapi Sejak Indonesia Merdeka hasil ekspor laut Indonesia belum mampu berkiprah di dunia karena persoalan pencurian ikan yang terus menerus oleh KIA di wilayah Laut Indonesia.” ” Jelas  Susi Pudjiastuti.

Kondisi ini menurut Susi merupakan kesalahan bangsa yang harus diperbaiki bersama. Maka seluruh kapal ikan asing yang mencuri ikan daerah perairan Indonesia, termasuk Natuna harus dimusnahkan dengan ditenggelamkan bukan dilelang, karena hal tersebut hanya akan memberikan kesenangan bagi para pelaku pencuri ikan bukannya efek jera.

“Kita harus lakukan Pemusnahan KIA dengan ditenggelaman bukan lelang, sesuai dengan UU yang berlaku di Indonesia  agar tidak  terjadi penyimpangan hukum.”  tegas Susi.

Selain Sekdakab Natuna dan 3 Duta Besar Negara sahabat,dalam acara ini juuga tampak hadir, Dirops Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115), Laksma TNI Wahyudi Hendro Dwiyono, Diropsla Bakamla Laksma TNI Nursyawam Embun, Sekda Natuna Wan Siswandi S.Sos, Komandan Lanud RSA Kolonel PNB Fairlyanto, S. E., M. A. P, Danlanal Ranai Kolonel (P) Hery Setyawan, SE, Dandim 0318/Natuna Letkol Fery Kriswardana, Kapolres Natuna diwakili oleh Waka Polres Natuna Kompol Renan, Kajari Natuna Juli Isnur S.H, FKPD dan OPD Kabupaten Natuna.

Sebelum penenggelaman dalam sesi wawancara dengan pewarta MenKP Susi Pudjiastuti meminta Pemkab Natuna secepatnya membuat Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang bongkar muatan kapal di pelabuhan SKPT Selat Lampa. saat ini tak kurang 300 kapal sudah berperasi tangkap ikan hingga nanti bisa 600 Kapal nelayan Indonesia di laut Natuna dengan adanya Perda Bongkar Muat, setiap kapal Indonesia yang mencari ikan di laut Natuna harus dipaksa bongkar muatan di tempat penampungan ikan (TPI) , Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa agar Natuna dan masyarakat lokal mendapat manfaat.

“Saya minta agar Pemda Natuna segera membuat Perda Kapal ikan yang beroperasi dilaut Natuna harus bongkar muatdi TPI sini. melalui Perda tersebut Natuna bisa mendapatkan retribusi dan PAD. Disamping itu juga akan ada dan lowongan pekerjaan bagi masyarakat Natuna.” Jelas MenKP Susi Pudjiastuti.

Menurut MenKP Susi Puidjiastuti Kapal KIA ini ditenggelamkan pertama agar tidak di beli kembali oleh yang punya. Kedua agar rumpun atau terumbu karang terjaga tidak rusak. Itu keputusan yang adil. Mereka curi ikan, kapal mereka kita jadikan rumah ikan supaya ikannya lebih banyak lagi.

Menteri Susi mengungkapkan gencarnya penangkapan dan penenggelaman kapal pencuri ikan langsung berdampak tarhadap produktivitas tangkapan dan stok ikan secara nasional.

“Stok ikan naik dari 7 juta ton menjadi 12,5 juta ton atau naik hampir 6 juta ton,” terang Susi.

Kenaikan volume stok 6 juta ton tersebut menurut hitugan Susi memiliki nilai ekonomi tak kurang dari US$6 miliar.

“Taruhlah untuk jenis ikan tongkol. Dengan kurs 1 dolar AS Rp14.000, sudah terjadi kenaikan US$6 miliar,” jelas Susi.

Kondisi ini jika dibandingkan biaya operasional penangkapan dan penenggelaman ikan per tahun yang hanya Puluhan atau Ratusan Miliar Rupiah tentu sangat jauh lebih kecil dibandingkan dengan lonjakan nilai ekonomis US$6 miliar tersebut.

“Saat ini pemerintah membentuk Satgas Peneggelaman Kapal dan kegiatan operasi di lapangan melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI AL, dan Polairud, anggaran Satgas tahun ini tak mencapai Rp80 miliar. Taruhlah operasional lapangan dan gaji petugas dihitung total US$10 Juta, namun keuntungan yang didapat jauh lebih besar.” je;as menKP Susi P.

Susi sangat yakin perang melawan illegal fishing adalah bisnis paling menguntungkan karena mengembalikan kekayaan kepada NKRI selaku pihak yang berhak dengan nilai sangat besar. (Red)

 

Sumber Link : Vidio merupakan Courtesy chanel Yoautube wartawan Bisnis Indonesia Hery Trianto .

 

Continue Reading
Advertisement
Klik Untuk Komentar

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas