Connect with us

Nasional

Masyarakat Jangan Panik, Virus Corona Tidak Menular Melalui Udara

Diterbitkan

Pada

Pemerintah Indonesia berhasil menjaga tetap Aman dari Virus Corona

GDN Online, NATUNA – Virus Coronatidak menular melalui udara, tetapi melaui interaksi jarak dekat,  Bersin atau ludah,  batuk.

” Tidak mungkin bersin atau batuk bisa sampai 2 km kan? jadi masyarakat di luar tempat karantina tak perlu kawatir ” tegas DR. Dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K), Perempuan yang lahir di Padang pada tahun 1966 ini adalah ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta periode 2017 . sampai dengn  sekarang.

“Ancaman Virus Corona, sebenarnya tidak terlalu ‘serem’ jika dibanding Virus SARS dan Mers-Cov, yang pernah berjangkit di Malaysia beberapa tahun lalu.” Jelas Satgas Waspada dan Siaga NcoV Pengurus Besar IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dr. Erlina Burhan, memaparkan hal itu dalam diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, Selasa (4/2/2020), yang bertajuk ‘Virus Corona, Amankah Indonesia?”.

Wanita berhijab putih itu menyatakan Virus Corona tak se-menyeramkan seperti yang diberitakan media. Ia pun berharap informasi yang dia sampaikan dapat menjadi ‘obat penenang’ bagi masyarakat Kabupaten Natuna, yang tengah dilanda kepanikan, menyusul masuknya 237 WNI asal Wuhan ke pulau ini, untuk menjalani observasi selama 14 hari.

Erlina memaparkan Virus Corona sama seperti Virus SARS dan Mers-Cov yang pernah merebak di Malaysia beberapa tahun lalu. Ia satu rumpun. Hanya saja virus ini struktur DNA nya berbeda. Karena itu disebut Novel yang artinya terbaru. Tapi gejalanya sama, infeksi saluran nafas dan deman. Kematian bisa terjadi jika sesak nafas berat.

Dikatakan dalam kasus Virus SARS beberapa tahun lalu, angka kematian 10 persen dari pasien terjangkit. Lalu Virus Mers-Cov, kematiannya diatas 35 persen dari total pasien terjangkit. Sekarang Novel Corona Virus dari jam-ke jam berubah, cepat sekali. Wilayah yang terpapar juga sudah ke 23 negara. Jumlah orang terdampak sekarang 20.000 lebih. Tetapi, angka kematian 400 orang, atau hanya di bawah 2 persen.

Dikatakan, jumlah pasien yang meninggal itu pun, karena ada faktor lain yang terkait dengan imunitas (kekekebalan tubuh). Salah satunya adalah karena korban sebelumnya juga menederita berbagai penyakit, seperti TBC, darah tinggi, diabetes, ginjal, dan lain-lain.

Berbicara mengenai penularan, Erlina juga menjelaskan bahwa penularan Corona, hanya melalui kontak langsung, kontak erat dan droplet. Selain itu, resiko terjangkit, juga berkenaan dengan sistem imun tubuh yang tak baik. Jadi bukan hanya semata-mata disebabkan karena Virus Corona.

“Saya juga ingin menyampaikan bahwa ada hal-hal yang kita bisa lakukan untuk pencegahan. Karena kita tahu, dari data-data laporan yang ada yang berat dan meninggal ini ada hubungannya dengan imunitas tubuh. “Yang meninggal itu banyak yang orang tua, lansia atau orang-orang yang memang sudah punya penyakit,” sambungnya.

Erlina Burhan juga menyinggung pemberitaan media soal Virus Corona dirasa berlebihan. “Saya wajib menyampaikan di sini bahwa tolonglah media juga membantu melakukan edukasi,” ujarnya. “Karena sudah liar sekali ini berita-beritanya, hoaksnya luar biasa.”

Lantas, Erlina pun menyebutkan sejumlah hoaks mengenai penularan Virus Corona. Bahkan, banyak hoaks yang tak masuk akal beredar di media sosial. “Mengatakan bahwa menular melalui buah impor, menular melalui tatapan mata, menular melalui sinyal telepon,” ujar Erlina. “Ini udah enggak masuk akal hoaksnya.”

Ia pun membatah keras hoaks yang menyebut Virus Corona menular lewat udara. Erlina melanjutkan, Virus Corona bisa ditularkan melalui cairan yang keluar saat batuk atau bersin (droplet).

Ada juga yang mengatakan bisa tertular dari udara terbuka, virusnya gampang berpindah-pindah. Itu juga tidak tepat karena virus ini ditransmisikan melalui droplet. ”Istilah Droplet adalah cairan yang dikeluarkan pada saat pasien batuk atau bersin,” sambungnya.

Lebih jauh Erlina menjelaskan daya jangkau droplet juga tak mungkin melampaui 1 kilometer. Ia pun menyebut jarak maksimal yang bisa dijangkau droplet yakni 1,8 meter.

Karena itu, Erlina menilai warga Natuna akan aman dari Virus Natuna karena tempat karantina WNI dari China berjarak cukup jauh dari permukiman. “Dan daya jangkau dari droplet ini pun hanya satu meter, paling jauh 1,8 meter,” kata dia.

“Jadi saya ingin menyampaikan kepada bapak-bapak dan wakil bupati bahwa insyaAllah karena jarak dari tempat observasi di Natuna itu sekitar 1,2 kilometer dari pemukiman.”

“InsyaAllah aman, enggak bisa tuh orang batuk atau bersin lalu melontarkan sampai 1 kilometer, sampai jauh 1 atau 1,8 kilometer,” sambung Erlina.

Tiga cara penularan

Di bagian lain, Dokter Erlina Burhan juga membantah pernyataan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, yang juga hadir atas nama pemerintah Indonesia.

Erlina Burhan membantah bahwa WNI dari Wuhan yang kini diobservasi di Natuna dalam keadaan sehat lahir batin seperti yang dikatakan Ali Mochtar Ngabalin.

Erlina Burhan membenarkan soal kesehatan lahir namun tidak halnya dengan masalah batin. Ratusan WNI itu stres karena jauh dari orangtua.

“Barangkali ini saya agak sedikit berbeda dari Pak Ngabalin, Pak Ngabalin mengatakan ini orang-orang sehat lahir batin,” ujar Erlina

Lalu, Erlina mengungkap bahwa sebelum pulang ke Indonesia, para WNI di Wuhan mengalami stres karena harus terisolasi tidak bisa keluar akibat Virus Corona.

“Nggak bisa Pak Ngabalin, ini kelompok masyarakat, ini mahasiswa di tempat yang ada wabah mereka tidak boleh keluar.
Dan saya denger makanan terbatas, pastilah stres jauh dari keluarga,” ujar Erlina.

Erlina pun meminta agar ada psikolog untuk datang menemui mereka sebelum memberikan pernyataan mereka sehat lahir dan batin.
“Kalau dari saya ada tim khusus apakah dari Departemen Psikiatri, Psikologi untuk meneliti. Baru Pak Ngabalin bisa bilang sehat lahir dan batin,” katanya.

Terkait dengan sejumlah WNI Wuhan yang saat ini masih menjalani iobservasi, di Hangga Lanud Natunaa, Erlina memberikan pencerahan kepada Wakil Bupat Natuna, yang juga hadir dalam diskusi.

”Itu di tempat (Hanggar Lanud-red) yang cukup jauh dari pemukiman. Jadi saya ingin menyampaikan pada Bapak-bapak dan Wakil Bupati, dan DPRD bahwa InsyaAllah karena jarak dari tempat observasi di Natuna itu sekitar katanya 1,2 kilometer pemukiman, Insya Allah aman. Enggak bisa orang itu batuk atau bersin melontarkan sampai 1 kilometer, paling jauh 1 meter atau 1,8 meter,” ujarnya. (red)

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas