Connect with us

Advertorial

Sukses Evakuasi WNI ke Natuna, Natuna Berpeluang Jadi Kasawan Medical Tourism

Diterbitkan

Pada

GDN, Natuna- Kedatangan 238 WNI dari Wuhan bersama tim 5 orang dari KBRI sebagai tim aju, serta puluhan personil TNI dan kru pesawat penjemput dari China ke Pulau Natuna, memunculkan hikmah tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat di pulau terdepan Indonesia ini. Setidaknya sejak kedatangan mereka untuk diobservasi, masyarakat Natuna seperti diuji, setinggi apa rasa kemanusiaan antara sesama warga negara yang tengah dirundung musibah hingga harum Nama Natuna di mata dunia.

Memberikan pengertian di saat kepanikan terjadi, memang tidaklah mudah. Karena itu, sejumlah pentinggi negara terbang ke Natuna, bahkan rela bermalam untuk memastikan rombongan WNI Wuhan yang ditempatkan di Hanggar Barat Lanud Raden Sajad Natuna itu, tidak berpotensi membawa virus corona, yang sedang ditakuti dunia.

Seperti kata-kata bijak yang sering terdengar, setiap peristiwa pasti ada hikmah. Kenyataan inilah yang tengah terjadi dan dirasakan sendiri oleh masyarakat di Natuna, yang sempat syok sebelum rombongan WNI Wuhan itu tiba. Mereka yang tadinya beringas berdemo, dari hari ke hari kini mulai luluh.

Tentu saja, kondisi ini terjadi karena para petinggi negara datang silih berganti. Mulai dari Menkopolhukam, Menteri Kesehatan, Panglima TNI, Kepala BNPB, para dokter ahli, bahkan Bupati Natuna dan Wakilnya, serta Ketua DPRD, tak henti-hentinya memberikan pemahaman tentang prosedur penangan WNI asal Wuhan yang dipulangkan oleh China. Begitu juga mengenai virus corona, tingkat bahayanya, serta bagaimana cara mencegahnya.

Hikmah lain yang juga menjadi pemicu kesadaran masyarakat, karena ternyata diantara mereka yang ‘dikurung’ untuk diobservasi itu, ada yang masih memiliki hubungan darah dengan warga Natuna sendiri. Atau setidaknya mereka masih memiliki pertalian sanak saudara, kerabat dekat dari hubungan perkawinan, dan bahkan berdarah serumpun di tanah Melayu.

Semangat NKRI pun tumbuh kembali. Jika tadinya masyarakat Natuna tak mau peduli soal nasib WNI Wuhan tersebut jika ditolak masuk, atau mau ditempatkan dimana selain Natuna, kini justru berbalik kondisi. Warga Natuna satu persatu mulai menaruh simpati.

Mereka menyadari, tidak ada manusia manapun yang mau ditimpa musibah, kecuali atas kehendak Yang Maha Kuasa.

Memang, ungkapan simpati itu, tidak diutarakan secara langsung kepada para WNI Wuhan. Tapi lihat di sejumlah mesjid dan surau. Warga tak berhenti mengumandangkan doa bersama, agar rombongan WNI Wuhan yang diobservasi ini dilindungai jiwa raganya, dibersihkan diri mereka dari segala bentuk penyakit, sehingga Natuna dan Indonesia selamat dari ancaman merebaknya virus Corona.

Pangkogabwilhan I, Laksdya Yudo Margono, saat menjelaskan kondisi WNI Wuhan di Natuna: semua sehat. (f/rri)

Peluang Natuna Jadi Kawasan Medical Tourism

Hikmah lain yang juga memberi arti selama proses evakusi WNI Wuhan, Natuna menjadi perhatian bukan saja Indonesia tetapi juga Dunia.

Seperti dijelaskan Pangkogabwilhan I, Laksdya Yudo Margono saat konfresi pers di Mako Lanal Ranai, (Senin 04/02). Menurutnya,
sekarang ini Indonesia dipuji dunia karena sukses menjalankan protocol WHO dengan ketat.

Menurut Natuna Institue kesuksesan pemerintah mengevakuasi WNI dari wuhan ini justru membuka peluang Natuna sebagai kawasan ‘Medical Tourism’

Apa itu ‘Medical Tourism’? menurut terjemahan bebas Wikipedia dalam bahasa ingris adalah ‘People traveling abroad to obtain medical treatment’. Dalam bahasa indonesia bisa diterjemahkan sebagai tempat terapy medis bagi wisatawan yang bepergian ke luar negeri. Orang yang bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan atau terapi medis’

“Ada banyak pulau kosong di Natuna yang bisa dikembangkan sebagai kawasan khusus ini. seiring status Natuna yang ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional, dan terbaru sejak 21 Januari 2020 Natuna ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Prioritas Tahun 2020 – 2024, ” jelas direktur Lembaga Kajian Natuna Intitue A.E Hermawan.

Potemsikawasan medical Tourism ini juga sesuai dengan permintaan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, yang meminta pemerintah membangun rumah sakit yang lebih lengkap di wilayahnya.

“Betul, yang jelas kami minta nanti dibangun rumah sakit yang lebih lengkap,” kata Hamid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2/2020) lalu. Selain meminta RSUD Natuna yang saat ini masih type C ditambah fasilitasnya hingga menjadi type A.

Permintaan Bupati Natuna ini bak Gayung bersambut setelah Menkopolhukam Mahfud MD mengunjungi Natuna Kamis (06/02) dari sore hingga malam, esok paginya, di Jakarta dia menyatakan bahwa Negara akan membangun Rumah Sakit khusus  dan sedang mencari pulau kosong.

“Pada tanggal 4 Februari lalu, presiden memberi arahan segera dipikirkan kemungkinan membuat satu tempat tertentu yang sifatnya eksklusif dan dijadikan rumah sakit menanggulangi penyakit menular seperti virus corona, SARS, dan sebagainya,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.

Nantinya, tempat tersebut akan dijadikan ruang isolasi yang memenuhi standar. Selain itu, tempat tersebut akan dibuat dengan aman dan nyaman. “Jadi ada tempat isolasi tertentu, dan memenuhi standar. Lalu aman dan nyaman,” jelas Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD memimpin Rapat Koordinasi Terbatas atau Rakortas di kantornya, pagi ini Jumat (7/2/2020).

Pemerintah pusat belum menetapkan pulau mana yang akan dipilih, inilah peluang Natuna yang tidak boleh di lewatkan.

Mahfud MD bersama Direktur Natuna Institute (f/ist)

“ Natuna harus bisa mengambil peluang ini, Jika Natuna bisa dikembangkan sebagai kawasan Medical Tourism’ tentu perpaduan Natuna sebagai kawasan Geoprak, Kawasan Industri Perikanan Terpadu Ramah lingkungan, dengan dukungan penetapan Natuna sebagai kawasan Pertahanan, kawasan Konservasi alam, didukung letak strategis Natuna yang berada di beranda depan NKRI akan menjadi etalase Indonesia, letak Natuna yang berada di alur lintas Laut tersibuk di dunia, lalu lintas Udara tersibuk, di kelilingi semua negara Asean, bisa menjadi sentral poros maritim sesuai Nawacita pak presiden Jokowi,” terang Direktur Lembaga Kajian Natuna Institue A.E Hermawan.

Seperti yang kita ketahui konsep Natuna yang ditetapkan sebagai kawasan Geopark membuat Natuna menjadi kawasan strategis nasional yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat, karena letaknya strategis dan berbatasan dengan empat negara.

Itu sebabnya, ia melanjutkan, pengembangan daerah wisata di Natuna harus turut mempertimbangkan aspek keamanan dan kedaulatan Negara.

“Konsep pengembangan wisata ini harus juga mengedepankan konsep keamanan dengan cara berkomunikasi dan bersinergi dengan pihak terkait khususnya TNI, baik darat, laut maupun udara,” kata dia.

Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementerian Luar Negeri, Hery Laksono bebrpa waktu lalu  menjelaskan dalam konsep geopark, sebuah kawasan tidak boleh mengalami perubahan bentuk alami.

Karenanya perlu melibatkan masyarakat tempatan untuk menjaga dan mengolahnya sehingga bisa dimanfaatkan menjadi objek wisata, tempat penelitian, konservasi flora dan fauna dan sebagainya, yang tidak merubah tatanan.

Konsep itu menjadi acuan pemerintah dalam menentukan arah pembangunan yang disesuaikan dengan konsep geopark itu sendiri.

Natuna juga ditetapkan sebagai salah satu Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Prioritas Tahun 2020 – 2024 berdasarkan keputusan Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional tertanggal 21 Januari 2020 yang ditandatangani Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharsono Manoarfa. (AEH)

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas