Connect with us

Nasional

BNPB : Relawan Covid-19 Harus Menjadi Inspirasi dan Harapan Bangsa

Diterbitkan

Pada

 

GDN Online,Jakarta — Kelompok Kerja Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus bekerja keras dalam mempersiapkan para relawan agar siap diterjunkan di lapangan. Hingga hari ini, Rabu 15 April 2019 setidaknya sudah lebih dari 22.000 orang yang mendaftarkan diri menjadi relawan. Mereka akan dibekali oleh pelatihan sehingga memiliki dasar-dasar kerelawanan. Hal ini menjadi penting karena mereka akan menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid19 ini.

Ketua relawan covid 19 Agus Rahardian

Ketua Tim Koordinasi Relawan Gugus Tugas Andre Rahadian hari ini, memberikan arahan agar setiap relawan yang akan diterjunkan, harus diberikan bekal pemahaman yang cukup. “Mereka adalah orang-orang yang terpanggil menjadi patriot di dalam situasi ini. Karenanya, mereka harus memiliki pemahaman yang sama dalam melihat bencana ini termasuk pemahaman bagi mereka untuk tetap sehat di saat bertugas,” jelas Andre yang juga merupakan Ketua Iluni UI menjawab konfirmasi Gardanusantara.

Pelatihan tersebut, katanya, merupakan bentuk tanggung jawab kepada para relawan sebelum turun membantu agar mereka dapat menjadi solusi di lingkungannya. “Jadi mereka harus mengerti soal Covid-19 ini, penanganannya dan bagaimana menghadapinya,” ujarnya.

Ditemui secara terpisah, Ketua Bidang Pelatihan Relawan di dalam Gugus Tugas, Prasetyo Nurhardjanto, menjelaskan bahwa bidangnya menyiapkan beberapa model pelatihan yang hampir semuanya dikemas dalam sistem daring.

Dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang populer saat ini, pelatihan dikemas dalam bentuk Pembekalan, Webinar, penyebaran dokumen-dokumen resmi hingga pembuatan buku saku dalam bentuk softcopy.

“Ini tantangan tersendiri, karena kami harus memfasilitasi seluruh pelatihan dengan metode online. Namun demikian, semangat para relawan tampak saat mengikuti pembekalan yang hari ini dilakukan melui aplikasi zoom,” jelas pria yang biasa dipanggil Pras ini.

Masih menurut Prasetyo, para relawan merupakan warga masyarakat dari berbagai kalangan dan sangat beragam. Karenanya pelatihan ini disusun secara komprehensif agar memberikan bekal yang cukup untuk terjun ke zona terdampak.

Beberapa materi yang diberikan meliputi: Dasar-Dasar Kerelawanan, Mengenal Covid19 dan cara Pencegahannya, Fakta dan Data mengenai Covid termasuk materi-materi tentang motivasi diri. “Intinya, kami menyiapkan agar para relawan saat terjun ke masyarakat harus menjadi inspirasi dan harapan bagi bangsa ini,” pungkas Prasetyo.

Ketua Relawan Gugus Tugas tengah bersama Ketua Bidang Pelatihan kanan

Sebagaimana diketahui, penyebaran virus Covid19 ini semakin masif hingga Presiden mengeluarkan Perpres kondisi saat ini menjadi Bencana Nasional.

Pendanaan Relawan Bisa Dari Bantuan Pihak Swasta

Untuk relawan yang disalurkan melalui Badan PPSDM Kesehatan, sumber bantuan berasal dari Adaro Group dan Bakrie Group. Bagi relawan non medis, saat ini gugus tugas sedang membuat konsep kesiagaan komunitas di mana peran relawan sampai ke tingkat RT menjadi sangat penting untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, membantu tetangga atau warga yang positif melakukan karantina mandiri, dan mampu membantu warga yang atau terdampak secara ekonomi.

Prosedur terkait konsep kesiagaan komunitas itu akan dikirimkan pekan depan kepada relawan non medis untuk bisa diterapkan di lingkungannya. Pada pekan ini, relawan Covid-19 menyalurkan bantuan ke rumah sakit rujukan dan 44 puskesmas yang menjadi bagian terdepan dalam penanganan Covid-19.

Bantuan yang disalurkan berupa vitamin, susu dan minuman isotonik yang berguna untuk sumber energi dan menjaga imunitas tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan penanganan Covid-19. Bantuan itu didapatkan dari Soho Group, Danone Group, Japfa dan Cimory.

Kemudian yang terakhir, melalui Gugus Tugas Nasional, Andre mengajak agar kelompok yang secara sendiri-sendiri maupun secara komunitas memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat dalam upaya penanganan Covid-19 dapat menyampaikan rencana kegiatan ataupun aksi yang sudah dilakukan ke portal relawan. Hal ini diperlukan agar seluruh kegiatan selalu terkoordinasi dan bisa bersinergi.

 

5.816 orang telah mendaftarkan dirinya sebagai relawan COVID-19 terhitung sejak dibuka

Sebanyak 5.816 orang telah mendaftarkan dirinya sebagai relawan COVID-19 terhitung sejak dibukanya pendaftaran secara daring mulai dari tanggal Rabu (25/3) hingga tanggal 28 Maret pukul 17.00 WIB. Dari 5.816 orang yang telah mendaftar itu, kebanyakan relawan yang mendaftarkan diri untuk tenaga non medis yakni 4.008 orang, sedangkan untuk relawan medis dan tenaga medis sebanyak 1.808 orang.

“Total relawan yang sudah mendaftar per tanggal 28 Maret 2020 pukul 17.00 WIB sebanyak 5.816 orang,” kata Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Dandi Prasetia dalam keterangannya di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (29/3).

Menurut data yang masuk, para relawan tersebut mendaftar dari berbagai wilayah di Indonesia. Provinsi Jawa Barat menjadi daerah terbanyak yang mendaftar yakni mencapai 1.445 orang. Berikutnya dari wilayah Jawa Timur sebanyak 559 orang, Banten 402 orang dan Jawa Tengah 348 orang.

“Terbanyak kedua dari DKI Jakarta yakni sebanyak 1.384 orang,” katanya.

Sedangkan dari grafik usia, para relawan yang paling banyak mendaftar berasal dari kelompok usia produktif yakni 19-30 tahun sebanyak 2.364 orang laki-laki dan 1.856 orang perempuan.

Kelompok usia terbanyak kedua yakni dari 31 tahun sampai dengan 30 tahun sebanyak 636 laki-laki dan 225 perempuan. Selanjutnya kelompok usia 41-50 tahun sebanyak 275 laki-laki dan 68 perempuan. Kelompok usia 51-60 tahun sebanyak 75 orang laki-laki dan 25 perempuan.

“Kelompok usia di atas 60 tahun juga ada 5 orang laki-laki,” katanya.

Selain itu, terdapat 85 laki-laki dan 48 perempuan yang terdaftar tanpa diketahui informasi mengenai umurnya.

BNPB sebagai Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah membuka pendaftaran untuk para relawan sejak tanggal 25 Maret 2020, pendaftarannya bisa dilakukan melalui laman ini.

Sebagai informasi, deksrelawan adalah platfrom digital nasional ini diinisiasi oleh BNPB dan dibantu oleh beberapa lembaga relawan kemanusiaan seperti MPBI, Save The Children, RedR Indonesia dan lainnya.

Tujuan dari deksrelawan ini adalah untuk membantu distribusi SDM relawan kepada organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang membutuhkan.

Sebelumnya, Kepala BNPB sekaligus Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo mengatakan tim relawan berperan penting dalam mengatasi wabah virus corona jenis baru tersebut.

“Tim relawan penting bagi kami hari ini karena konsepsi dalam penanganan wabah Covid-19 ini pemerintah tidak mungkin berdiri sendiri,” kata Doni di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (25/3).

Hingga Sabtu (28/3), DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah penderita COVID-19 terbanyak di Tanah Air dengan 603 pasien, di mana 42 sudah dinyatakan sembuh dan 62 orang meninggal dunia.

Di rentang waktu yang sama, jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia total mencapai 1.155 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59 pasien dinyatakan sembuh dan 102 meninggal dunia. (red)

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas