Connect with us

Batam

Kondisi ABK KM Kelud di Rs Galang Batam, Jalani Swab Test 14 Positif terpapar Covid19

Diterbitkan

Pada

GDN Online, Batam – Sebanyak 39 orang petugas kapal KM Kelud milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) – PT PELNI (Persero) telah menjalani swab test pada Senin (13/4) sebagai tindaklanjut dari kegiatan isolasi yang dilakukan sejak hari Minggu  (12/4) lalu, di RS Khusus Infeksi Covid-19, Pulau Galang, Batam.

Yahya Kuncoro

“Seluruh petugas kapal yang diisolasi di Pulau Galang telah melaksanakan swab test. Hingga hari ini kami telah menerima hasil terhadap 15 orang petugas kapal di mana 14 orang terindikasi telah terpapar dan 1 orang negatif Covid-19. Kami masih menunggu hasil dari petugas kapal lainnya. Dapat kami informasikan pula bahwa seluruhnya dalam kondisi yang baik dan dalam pengawasan manajemen maupun tim medis,” terang Yahya Kuncoro selaku Kepala Kesekertariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Batam melaui rilis yang diterima gardanusantara.

Sebelumnya diberitakan,  KM Kelud saat tiba di Batam, Minggu (12/4) di Pelabuhan Batu Ampar dilaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang yang turun di Pelabuhan Batam maupun petugas kapal ( ABK-red) .

KM kelud

Berdasarkan hasil pengecekan diketahui satu orang ABK teridentifikasi sebagai PDP setelah menunjukan hasil Reaktif, dan begitu juga 39 orang petugas kapal lainnya direkomendasikan untuk menjalani isolasi mandiri di RS Khusus Infeksi Covid-19 di Pulau Galang, Batam.

Pasca kejadian ini  KM Kelud masih berlayar menuju palabuhan Belawan Medan hingga  PT Pelni memutuskan KM Kelud di karantina dan dilabuhkan  dengan jarak 9 mil dari pelabuhan Belawan, Medan.

lebih jauh Yahya Kuncoro menjelaskan bahwa PT Pelni secara aktif melakukan peningkatan pengawasan terhadap kesehatan seluruh petugas kapal.

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, seluruh petugas kapal telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan serta menjalankan seluruh SOP Kesehatan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penanganan COVID-19.

Manajemen juga telah melengkapi seluruh petugas kapal dengan APD serta membekali multivitamin sebagai upaya dalam meningkatkan imunitas para ABK.

“Sebagai Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa transportasi publik, seluruh petugas kapal memiliki risiko yang tinggi karena setiap hari bertemu dan melakukan interaksi dengan banyak orang. Kami juga telah memberikan himbauan dan menginstruksikan kepada seluruh petugas kapal terkait pentingnya menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh selama masa pandemi covid-19,” tambahnya.

KM Kelud saat di batam

Sebagai bentuk antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19, sejalan dengan kebijakan pemerintah, mulai 12 April 2020 PELNI mewajibkan seluruh penumpangnya untuk menggunakan masker selama berada diatas kapal. Selain itu, PELNI secara konsisten menjalankan pengukuran suhu tubuh bagi seluruh penumpang sebelum naik ke atas kapal.

Perusahaan juga melakukan penyemprotan disinfektan pada seluruh kapalnya secara berkala, serta menerapkan physical distancing bagi para penumpang dengan mengatur jarak antar penumpang sejauh 1 – 2 meter baik itu pada nomor bed maupun saat mengantri makan.

Begitu pula dengan hand sanitizer yang telah disediakan pada setiap dek penumpang, sabun cuci tangan di setiap toilet, pemberian masker bagi penumpang yang sakit ditengah perjalanan, serta memberikan himbauan mengenai kesehatan melalui pengeras suara setiap tiga jam.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut perihal Optimalisasi Operasi Kapal PSO Penumpang dan Perintis di Masa Karantina Wilayah Akibat Covid-19,

Manajemen PT Pelni  juga telah mengambil keputusan untuk menjual tiket maksimal 50% dari kapasitas seat terpasang untuk masing-masing kapal dan efektif sejak 4 April 2020. Hal tersebut dilakukan agar physical distancing bagi penumpang dapat terlaksana selama perjalanan.

PT PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas.

Proses Karanita KM Kelud di Medan

Sebanyak 60 ABK KM Kelud yang bersandar di Pelabuhan Dermaga 1 Belawan, Medan, Sumatera Utara, diisolasi di atas kapal karena diduga terpapar Covid-19, Senin (13/4/2020) malam.

Sementara 56 penumpangnya dievakuasi ke Sei Karang kabupaten Deli Serdang untuk menjalani karantina yang dibawa menggunakan dua armada bus dan 1 unit ambulance.

Setelah dijemput petugas Satgas Covid-19 Sumut berpakaian APD lengkap di bawah pengawalanan ketat petugas keamanan, malam itu juga dievakuasi.

Kepala Cabang Pelni Medan M. Lutfi Israr Sutan mengatakan, KM Kelud berangkat dari Jakarta pada Minggu 12 April 2020 dengan tujuan Batu Ampar Batam, Tanjung Balai Karimun dan Medan (Belawan).

“KM Kelud bersandar di Pelabuhan Dermaga 1 Belawan, selanjutnya balik ke bui 1 atau 15 Mil dari Pelabuhan untuk menjalani Isolasi”, ujarnya.

Lanjutnya, Jumlah penumpang Pelni sebanyak 111 orang, dengan rincian 31 orang (3 bayi) turun di Pelabuhan Batu Ampar, 44 orang (2 bayi) turun di Tanjung Balai Karimun dan 36 orang Pelabuhan Belawan sementara, total ABK sebanyak 100 orang.

Saat bersandar di Pelabuhan Batam, petugas KKP Kelas I Batam melakukan pemeriksaan rapid tes terhadap ABK dan para penumpang.

“Hasilnya, seorang ABK berinsial TH reaktif/positif Covid-19 dan selanjutnya dirujuk ke RSBP Batam”, tuturnya.

Petugas KKP Kelas I Batam kemudian melakukan tracing rapid test terhadap 99 ABK lainnya di atas KM Kelud dan hasilnya 39 ABK positif Covid-19 dan 30 ABK selanjutnya dievakuasi menggunakan mobil ambulan dan bus Pemkot Batam dikawal foredes Denpom 1/6 Batam.

Selajutnya Kapal Pelni bergerak menuju Pelabuhan Bandar Deli Belawan, namun sebelum sampai KM Kelud sudah diawasi petugas Satgas Covid-19 Sumut. KM Kelud sempat antri beberapa jam di bui 1 atau 15 mil dari Pelabuhan Belawan.

Sekira pukul 20.30 WIB, KM Kelud baru bisa bersandar di Pelabuhan Dermaga 1 Belawan.

Petugas Satgas Covid-19 Sumut lalu naik memeriksa satu persatu para penumpang sebanyak 56 dengan menggunakan rapid test. Selanjutnya para penumpang diboyong ke Lanud Soewondo guna menjalani karantina.

Sementara, KM Kelud bersama 60 ABK kembali ke bui 1 guna menjalani isolasi selama waktu belum ditentukan dibawah pengawasan tim Satgas Covid-19 Provinsi Sumut.

Daftar nama Kru KM Kelud Positif Covid-19 yang dirawat di Rs Corona Galang, Batam yaitu, A R,  I H, Tg, D S , Ml, RD, Su, BS, ZM, DF. Sa, Sm, H P, Sup, Yy, FG, WA, WS, Nur, JS, KS, Dsr, DSp, AIN, LS, AK, FF, Y W. HP, Msh, Kdin , AY, FH, DS, AS, MH, GAD, Mly, Djh. (red)

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas