Connect with us

Anambas

PT Pelni Benarkan 1 ABK KM Bukit Raya Meninggal, KM Bukit Raya di Karantina di Tanjung Priuk

Diterbitkan

Pada

GDN Online, Jakarta – Terkait Kabar meningalnya Pasien PDP Positif  inisial S  (54 thn) warga bekasi  Cluster KM Bukit Raya, Senin (20/04) sore di RSUP RAT Tanjungpinang , PT Pelni membenarkan kabar ini.

Yahya Kuncoro

Kepada Gardanusantara Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro menjelaskan bahwa menindaklanjuti perkembangan kesehatan satu orang ABK KM Bukit Raya yang dirawat di salah satu Rumah Sakit di Tanjung Pinang, Yahya mengkonfirmasi kebenaran kabar meninggalnya ABK tersebut. Sebelumnya, berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang diterima pada Jumat (17/4), yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19.

“Kabar meninggalnya beliau tentu mengejutkan bagi Manajemen PELNI. Dapat kami sampaikan bahwa Beliau telah menjalani perawatan sejak Sabtu (11/4) dengan kondisi awal sakit pada tenggorokan dan peningkatan suhu badan. Sebelum dinyatakan positif covid-19, yang bersangkutan juga memiliki penyakit bawaan lainnya,” terang Yahya.

Sebelumnya, yang bersangkutan dirujuk ke salah satu Rumah Sakit setelah hasil pemeriksaan kesehatan dan rapid test yang dilakukan oleh KKP Tanjung Pinang menunjukkan bahwa ABK tersebut terindikasi sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). “Manajemen terus memantau perkembangan kesehatan Beliau, hingga hari ini dinyatakan tutup usia,” tutup Yahya.

Sebelumnya Gardanusantara memberitakan Kabar duka petang ini disampaikan Jubir Satgas penanangulangan Covid-19 Kepri Tjejep, 1 ABK KM Bukit Raya yang diumumkan positif terpapar Covid-19 petang ini meninggal dunia.

” Ya benar kasus Pasien S Yang ditetapkan Positif Covid-19 cluster KM Bukit Raya meninggal dunia sore ini, dan akan secepatnya dimakamkan sesuai prosedur penanganan terhadap jenazah pasien Covid-19, saat ini sedang dalam proses menunggu keputusan Satgas Penaganan Covid-19 Kabupaten Bintan. ” Jelas Tjejep menjawab konfirmasi Gardanusantara, Senin (20/04) petang.

 

PT Pelni Lakukan Test Seluruh ABK KM Bukit Raya dan Karantina KM Bukit Raya di Tanjung Priuk.

KM Bukit raya

Sementara KM Bukit Raya yang tiba di Pelabuhan Tanjungpriuk dari pelabuhan terakhir Pontianak, Senin 20 April 2020,  sebagai salah satu protokol kesehatan yang wajib dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) – PT PELNI (Persero) bersama dengan KKP Tg. Priok dan dinas kesehatan setempat melakukan pengecekan kesehatan dan rapid diagnostic test (RDT) terhadap 86 orang kru kapal KM Bukit Raya. Kapal tiba pada Senin pagi (20/4) di Pelabuhan Tg. Priok, Jakarta.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro mengatakan kapal sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Pontianak pada Sabtu (18/4) menuju Pelabuhan Tg. Priok. “Pagi ini telah dilakukan pemeriksaan kesehatan serta RDT terhadap 86 kru KM Bukit Raya. Berdasarkan hasil tes, sebanyak 84 kru dinyatakan negatif, sedangkan 2 kru lainnya menunjukan hasil tes yang reaktif. Kini keduanya telah dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 untuk penanganan medis lebih lanjut,” jelas Yahya.

Sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan kesehatan, 2 orang kru juga telah melakukan pemeriksaan swab. Yahya menambahkan bahwa Manajemen akan terus memantau perkembangan kesehatan kru KM Bukit Raya terutama dua orang yang saat ini dirujuk ke rumah sakit dan akan menunggu hasil pemeriksaan swab keduanya.

KM Bukit Raya direncanakan akan melakukan karantina dan portstay di Pelabuhan Tg. Priok. Selama kapal menunggu di pelabuhan, sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, sebanyak 84 orang kru KM Bukit Raya akan menjalani isolasi mandiri dengan dengan pengawasan yang ketat serta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Selama pelaksanaan isolasi mandiri, Manajemen akan mengawasi pola aktifitas dan pola istirahat seluruh kru kapal. Kami juga akan menyediakan multivitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh ditengah situasi Covid-19,” tambah Yahya.

KM Bukit Raya adalah salah satu kapal milik PT PELNI (Persero) dengan kapasitas 1000 pax. Kapal tersebut melayani rute Tg.Priok – Blinyu – Kijang – Letung – Tarempa – Natuna – Midai – Serasan – Pontianak – Surabaya – Pontianak – Serasan – Midai – Natuna – Tarempa – Letung – Kijang – Blinyu – Tg.Priok.

PELNI sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas. Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas. (red)

Top News


Penerbit dan Pengelola : PT Garda Nusantara Intermedia | Akta No. 09 tanggal 21 Desember 2017 Notaris: Raden Dian Nugroho Kusuma, SH, M.Kn
Pengesahan Kemenkum HAM :No AHU 0058430. AH. 01.01 Tahun 2017
Alamat Redaksi/Usaha: Komplek Citra Batam Blok C. No.18 Kel Teluk Tering – Batam Kota, Kepulauan Riau
Perwakilan Natuna – Jl. Datok Kayo Wan Mohamad Rasyid No 2 Ranai, Kabupaten Natuna Propinsi Kepri Telpon 0773-31630 Kodepos 29711
copyright © 2006 - 2017 . Keseluruhan Hak Cipta dilindungi Undang-undang | http://gardanunsantaraonline.com

Lewat ke baris perkakas